
Pantau - Pelatih asal Inggris, John Herdman, resmi ditunjuk PSSI sebagai pelatih tim nasional Indonesia, menggantikan Patrick Kluivert yang dipecat pada 24 Oktober 2025.
Selain tim senior, Herdman juga akan menangani timnas U-23 Indonesia sebagai bagian dari proyek jangka panjang pengembangan sepak bola nasional.
“Ini adalah momen di mana PSSI dan sepak bola Indonesia masuk ke era baru, ditangani pelatih level lolos ke Piala Dunia,” ujar Ketua Umum PSSI Erick Thohir.
Pilih Indonesia, Tolak Tawaran Honduras
John Herdman, 50 tahun, diketahui menolak tawaran dari tim nasional Honduras dan memilih Indonesia sebagai tantangan baru dalam karier kepelatihannya.
PSSI menilai Herdman memiliki pengalaman luas serta kapasitas membangun fondasi tim nasional yang kuat, termasuk bagi pemain-pemain muda seperti Jay Idzes dan rekan-rekannya.
Herdman merupakan satu-satunya pelatih di dunia yang pernah membawa tim nasional putra dan putri dari satu negara lolos ke Piala Dunia FIFA.
Ia sukses mengantar timnas putri Kanada tampil di Piala Dunia 2007 dan 2011, serta meraih dua medali perunggu Olimpiade pada 2012 dan 2016.
Bersama timnas putra Kanada, Herdman mencetak sejarah dengan membawa negaranya lolos ke Piala Dunia Qatar 2022, mengakhiri penantian 36 tahun.
Dapat Dukungan Presiden, Fokus Program Jangka Panjang
Erick Thohir menyebut bahwa penunjukan Herdman tak lepas dari dukungan Presiden Prabowo Subianto.
“Saya senang dengan arahan Bapak Presiden yang meminta kita coba lagi, bikin program yang lebih agresif. Hari ini kami memulai lagi program prestasi timnas menuju Piala Dunia dengan menunjuk John Herdman yang memang punya kualifikasi untuk itu,” ujarnya.
Herdman akan langsung dihadapkan pada jadwal padat sepanjang 2026, termasuk:
FIFA Series di SUGBK pada FIFA Match Day 23–31 Maret
FIFA Match Day pada bulan Juni, September, Oktober, dan November
Piala AFF 2026 mulai 25 Juli
Asian Games Aichi–Nagoya 2026 pada 19 September bersama timnas U-23
Kehadiran Herdman diharapkan mampu mengangkat level permainan timnas Indonesia, serta memperkuat pondasi pembinaan dari kelompok usia muda menuju target jangka panjang, termasuk lolos ke Piala Dunia.
- Penulis :
- Gerry Eka








