
Pantau - Tim bola voli putri Jakarta Pertamina Enduro (JPE) menegaskan tekad untuk mempertahankan gelar juara Proliga pada musim 2026 dengan melakukan perombakan strategi dan komposisi pemain.
Tekanan Sebagai Juara Bertahan
JPE tetap menunjuk Bulent Karslioglu sebagai pelatih kepala setelah sukses membawa tim menjuarai Proliga musim lalu.
Chief de Mission JPE, Werry Prayogi, menyatakan bahwa mempertahankan gelar akan menjadi tantangan yang jauh lebih berat dibandingkan saat merebutnya.
"Pertama tim-tim ingin mengambil posisi juara dan mereka mempersiapkan diri dengan luar biasa baik dari pemilihan pemain, pelatih dan juga mungkin dukungan yang lain seperti finansial... tentu kami harus menyiapkan untuk itu (mempertahankan gelar)," ungkapnya.
Menurutnya, tekanan mental akan lebih tinggi karena status JPE sebagai juara bertahan membuat gaya permainan mereka akan menjadi fokus analisis lawan.
Untuk mengatasi hal tersebut, JPE melakukan sedikit perombakan komposisi pemain guna menciptakan pola permainan yang lebih dinamis.
" Kami mengkombinasikan tim yang sebagian menjadi juara setahun lalu, sebagian juga pemain baru untuk membuat permainan tim kami tidak monoton dan kami bisa tumbuh seperti yang seharusnya dilakukan untuk mengantisipasi lawan yang merekam atau membaca cara kami bermain," ia mengungkapkan.
Kombinasi Pemain Asing dan Lokal
JPE tetap mempercayakan satu slot pemain asing kepada Yana Sherban yang dinilai tampil konsisten sepanjang musim sebelumnya.
Slot pemain asing lainnya diisi oleh Wilma Salas Rosell, memperkuat daya serang tim.
Selain itu, JPE berhasil memulangkan kapten tim nasional Indonesia, Megawati Hangestri, yang sebelumnya pernah membela JPE pada periode 2015–2017 dan 2022–2023.
Pemain-pemain lama seperti Tisya Amalya Putri dan Nur Laili Kusumah juga tetap dipertahankan untuk menjaga kekompakan tim.
Dengan komposisi yang ada, JPE menargetkan untuk meraih gelar juara Proliga yang keempat dalam sejarah keikutsertaan mereka.
- Penulis :
- Leon Weldrick








