Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Lifestyle

Dokter Kulit Peringatkan: Terlalu Banyak Produk Justru Rusak Kulit dan Rambut

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Dokter Kulit Peringatkan: Terlalu Banyak Produk Justru Rusak Kulit dan Rambut
Foto: (Sumber: Ilustrasi seseorang mengaplikasikan tabir surya pada kulit. ANTARA/HO-Pixabay)

Pantau - Dr. Soham Bhattacharya, Konsultan Dermatologi dari Kaya Clinic, mengingatkan bahwa banyak orang keliru dalam memahami cara merawat kulit dan rambut, terutama dalam penggunaan produk perawatan yang berlebihan dan tidak tepat.

Terlalu Banyak Produk Bukan Jawaban, Justru Timbulkan Masalah

Menurut Dr. Bhattacharya, salah satu kesalahan paling umum adalah anggapan bahwa semakin banyak produk digunakan, maka semakin baik hasilnya.

Contoh yang sering terjadi adalah penggunaan produk pembersih, scrub, dan masker secara bersamaan dalam satu waktu.

"Kulit tidak dirancang untuk dipoles setiap hari. Jika wajah Anda terasa kencang setelah mencuci, itu bukan kebersihan. Itu stres," tegasnya.

Penggunaan terlalu banyak produk dalam satu waktu justru dapat menimbulkan berbagai masalah serius seperti:

iritasi kulit,

jerawat yang makin parah,

serta kerusakan lapisan pelindung kulit yang bisa memakan waktu berbulan-bulan untuk pulih.

Kesalahan Perawatan Lain yang Sering Dilakukan

Dr. Bhattacharya juga menyoroti sejumlah kebiasaan keliru lainnya yang dapat berdampak buruk pada kesehatan kulit dan rambut.

1. Penggunaan tabir surya yang tidak tepat

Banyak orang menggunakan tabir surya secara tidak konsisten, seperti:

  • mengoleskan terlalu sedikit,
  • tidak melakukan pengolesan ulang,
  • hanya memakai saat cuaca cerah.

Padahal, perlindungan terhadap sinar matahari yang tidak maksimal dapat menyebabkan:

  • pigmentasi,
  • melasma,
  • dan penuaan dini.

2. Percaya pada mitos perawatan rambut

Mitos umum yang masih dipercaya antara lain:

  • penggunaan minyak secara berlebihan,
  • pijatan kulit kepala yang terlalu kuat,
  • penggunaan alat panas terlalu sering untuk penataan rambut.

Padahal, kebiasaan tersebut berkontribusi pada meningkatnya kasus kerontokan rambut yang ditemui di klinik dermatologi.

3. Kebiasaan merusak rambut

Beberapa kebiasaan lain yang perlu dihentikan:

  • menggaruk kulit kepala,
  • mencuci rambut terlalu sering,
  • sering berganti produk untuk mencari hasil instan.

Alih-alih memperbaiki kondisi rambut, kebiasaan ini justru membuat rambut semakin tipis.

4. Perawatan tubuh yang tidak seimbang

Dr. Bhattacharya juga menyoroti bahwa perawatan tubuh sering kali diabaikan atau malah dilakukan secara berlebihan.

Penggunaan sabun keras, loofah, dan pengelupasan kulit setiap hari dapat mengikis lapisan pelindung kulit secara diam-diam.

5. Ikut-ikutan tren media sosial

Salah satu kebiasaan paling merusak yang kini sering terjadi adalah pengobatan kulit atau rambut berdasarkan tren media sosial.

Diagnosis mandiri berdasarkan konten internet dapat menyebabkan kerusakan yang tidak diinginkan.

"Berhentilah mengikuti tren untuk jerawat atau rambut rontok yang belum tentu cocok untuk kondisi Anda," tegasnya.

6. Hentikan kebiasaan tidak sehat yang berdampak langsung pada kulit dan rambut

Dr. Bhattacharya menekankan bahwa perawatan dari luar harus didukung kebiasaan sehat dari dalam, seperti:

  • tidur cukup,
  • mengelola stres,
  • menghindari diet ekstrem,
  • menjaga hidrasi tubuh,
  • dan menghentikan kebiasaan merokok.

Semua kebiasaan tersebut secara langsung memengaruhi kesehatan kulit dan rambut dalam jangka panjang.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Tria Dianti