
Pantau - Petenis peringkat satu dunia Carlos Alcaraz dan peringkat dua dunia Jannik Sinner sama-sama menyiapkan perubahan taktik dan variasi permainan baru jelang Australian Open 2026 di Melbourne.
Persiapan tersebut dilakukan keduanya untuk meningkatkan kualitas permainan di level tertinggi sekaligus menghadapi persaingan ketat di turnamen Grand Slam pertama musim ini.
Alcaraz Hadapi Era Baru Tanpa Ferrero
Carlos Alcaraz menyatakan senjata barunya lahir dari evaluasi kekalahan terbaru serta kebutuhan untuk terus berkembang sebagai petenis papan atas dunia.
Australian Open 2026 menjadi turnamen pertama Alcaraz tanpa pelatih lamanya Juan Carlos Ferrero setelah keduanya berpisah pada Desember 2025.
Posisi pelatih utama Alcaraz kini dipegang Samuel Lopez yang sebelumnya menjabat sebagai asisten pelatih.
Perubahan permainan Alcaraz mencakup permainan baseline yang lebih agresif, peningkatan pendekatan ke net, serta servis yang lebih efektif.
Alcaraz membidik penyempurnaan Grand Slam Career sekaligus berusaha menghentikan Sinner meraih gelar Australian Open untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Sinner Ubah Pola agar Tak Mudah Ditebak
Jannik Sinner sebagai juara bertahan Australian Open telah tiba di Melbourne dan menjalani latihan bersama sesama petenis Italia Flavio Cobolli.
Meski sempat muncul rumor pensiun, Darren Cahill dipastikan tetap berada di tim pelatih Sinner bersama Simone Vagnozzi.
Tim Sinner melakukan penyesuaian taktik agar permainannya lebih sulit ditebak setelah kekalahan dari Alcaraz di final US Open 2025.
Sinner mengakui permainannya sebelumnya terlalu mudah diprediksi dan siap menerima kekalahan jangka pendek demi menjadi pemain yang lebih komplet.
Variasi baru yang akan dikembangkan Sinner meliputi drop shot, pendekatan ke net, dan slice tanpa meninggalkan kekuatan permainan baseline.
Kedua petenis menegaskan fokus utama mereka adalah meningkatkan kualitas permainan secara menyeluruh, bukan sekadar mengejar hasil instan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







