
Pantau - ASEAN Para Games (APG) ke-13 tahun 2025 resmi ditutup pada Senin malam, 26 Januari 2026, di 80th Birthday Anniversary Stadium, Nakhon Ratchasima, Thailand.
Seremoni Penutupan dan Serah Terima Tuan Rumah
Penutupan APG 2025 ditandai dengan penyerahan pataka atau bendera ASEAN Para Sports Federation (APSF) dari Thailand kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Muhammed Taufiq Bin Johari, sebagai simbol bahwa Malaysia akan menjadi tuan rumah ASEAN Para Games 2027.
Sebelum prosesi serah terima bendera, acara penutupan diramaikan dengan pertunjukan musik, tarian tradisional, pesta kembang api, parade kontingen dari 10 negara peserta, serta pemutaran video dokumentasi perjuangan para atlet.
Kontingen Indonesia tampil dalam defile dengan dipimpin oleh atlet anggar kursi roda Akhmad Saidah, peraih medali emas pada nomor men's individual foil A.
Penyelenggaraan APG 2025 mengusung semangat kesetaraan dan kebanggaan kolektif dengan mengangkat moto "Create Pride Together" yang merepresentasikan persatuan antara atlet, ofisial, dan masyarakat dalam membangun kebanggaan bersama melalui olahraga.
Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand, Atthakorn Sirilatthayakorn, membacakan pidato Raja Thailand, Vajiralongkorn (Rama X), yang menyatakan bahwa, "Tuan rumah berusaha semaksimal mungkin melayani seluruh kontingen peserta dan para pemangku kepentingan," ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa, "ASEAN Para Games diharapkan dapat memperkuat persahabatan antarnegara dan menjunjung tinggi sportivitas," tuturnya.
Raihan Prestasi Indonesia dan Statistik Kejuaraan
ASEAN Para Games 2025 berlangsung pada 20–26 Januari 2026 di Provinsi Nakhon Ratchasima, dengan cabang olahraga tenpin boling yang diselenggarakan di Kota Bangkok.
Sebanyak 1.700 atlet dari 10 negara—Thailand, Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Timor Leste, Filipina, Vietnam, Laos, dan Myanmar—berpartisipasi dalam 19 cabang olahraga dengan total 496 medali emas yang diperebutkan.
Indonesia menurunkan 290 atlet dalam 18 cabang olahraga, termasuk para atletik, para bulu tangkis, para tenis meja, boccia, sepak bola cerebral palsy (CP), dan bola basket kursi roda.
Dari keikutsertaan tersebut, kontingen Indonesia berhasil meraih total 392 medali, yang terdiri dari:
- 135 medali emas
- 143 medali perak
- 114 medali perunggu
Dengan hasil ini, Indonesia menempati posisi kedua di bawah tuan rumah Thailand yang meraih 175 emas, 155 perak, dan 156 perunggu.
Malaysia menempati posisi ketiga dengan 64 emas, 64 perak, dan 73 perunggu.
Beberapa cabang olahraga mencatatkan prestasi gemilang, seperti tim para panahan Indonesia yang merebut lima emas dari sembilan nomor yang dipertandingkan.
Selain itu, tim para judo Indonesia meraih seluruh tujuh medali emas yang tersedia di cabang tersebut.
Target dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang menetapkan sasaran tiga besar dan perolehan 82 emas, 77 perak, dan 77 perunggu berhasil dilampaui oleh kontingen Indonesia.
Reda Manthovani bertindak sebagai Chief de Mission (CdM) untuk kontingen Indonesia di ajang ini.
Sesuai kebijakan ASEAN Para Sports Federation (APSF), negara tuan rumah SEA Games juga akan menjadi tuan rumah ASEAN Para Games dalam periode yang sama, sehingga Malaysia juga telah menerima tongkat estafet penyelenggaraan SEA Games 2027.
Upacara pembukaan dan penutupan ASEAN Para Games 2025 dipusatkan di Nakhon Ratchasima sebagai lokasi utama ajang ini.
- Penulis :
- Leon Weldrick







