Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Olahraga

Aryna Sabalenka Mundur dari WTA 1000 Doha karena Perubahan Jadwal, Swiatek Jadi Unggulan Teratas

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Aryna Sabalenka Mundur dari WTA 1000 Doha karena Perubahan Jadwal, Swiatek Jadi Unggulan Teratas
Foto: (Sumber: Arsip foto - Petenis putri Belarusia Aryna Sabalenka membalikkan bola ke petenis putri Amerika Serikat Amanda Anisimova saat final tunggal putri Kejuaraan Tenis AS Terbuka 2025 di New York, Amerika Serikat, Sabtu (6/9/2025). ANTARA FOTO/Xinhua/Wu Xiaoling/agr..)

Pantau - Petenis peringkat 1 dunia, Aryna Sabalenka, resmi mengundurkan diri dari turnamen Qatar TotalEnergies Open (WTA 1000 Doha) yang akan digelar pada 8 hingga 14 Februari 2026 di lapangan keras luar ruangan.

Alasan pengunduran diri Sabalenka adalah karena perubahan jadwal.

Sabalenka yang kini berusia 27 tahun, memulai musim 2026 dengan performa impresif, mencatatkan 11 kemenangan beruntun dan merebut gelar di Brisbane.

Ia kemudian mencapai final Australian Open, namun harus mengakui keunggulan Elena Rybakina dalam laga yang dramatis.

Dalam pertandingan tersebut, Sabalenka sempat unggul 3-0 di set penentuan, namun kehilangan enam dari tujuh gim terakhir dan kalah di tangan Rybakina.

Catatan Doha dan Dampak Absennya Sabalenka

Sabalenka pernah menjuarai turnamen Doha saat debut pada tahun 2020.

Namun sejak itu, performanya di Doha menurun dengan hanya mencatat dua kemenangan dan tiga kekalahan, termasuk kekalahan dari Ekaterina Alexandrova di babak pertama tahun lalu.

Dengan mundurnya Sabalenka, Iga Swiatek kini naik sebagai unggulan teratas di turnamen WTA 1000 pertama musim ini.

Meskipun absen di Doha, Sabalenka dijadwalkan kembali tampil pekan berikutnya di Dubai Duty Free Tennis Championships.

Selain Sabalenka, petenis peringkat 4 dunia Jessica Pegula juga mundur dari Doha.

Sementara itu, petenis peringkat 34 dunia Lois Boisson batal tampil karena cedera kaki, dan akan absen di Doha maupun Dubai.

Sebagai pengganti, Emiliana Arango (peringkat 46 dunia) dan Cristina Bucsa (peringkat 57 dunia) akan masuk dalam undian babak utama.

Penulis :
Aditya Yohan