Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Olahraga

Pramono Akan Bahas Perizinan Lapangan Padel Usai Keluhan Kebisingan Warga Viral

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pramono Akan Bahas Perizinan Lapangan Padel Usai Keluhan Kebisingan Warga Viral
Foto: (Sumber: Arsip foto - Peserta bermain padel dengan menggunakan baju kebaya saat acara merayakan kebaya dalam gaya hidup aktif generasi muda di Kebayoran Lama, Jakarta, Sabtu (7/2/2026). Padel Berkebaya merupakan gerakan sosial yang mempromosikan kebaya sebagai identitas perempuan Indonesia yang fleksibel dan relevan dalam berbagai aktivitas, termasuk olahraga terutama untuk generasi muda sebagai bagian dari melestarikan warisan budaya takbenda. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/bar.)

Pantau - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo akan mengundang seluruh pihak terkait pada pekan depan untuk membahas perizinan lapangan padel di Jakarta setelah muncul keluhan warga terkait kebisingan yang mengganggu permukiman.

Langkah tersebut diambil menyusul viralnya keluhan warga melalui media sosial Threads akun @idhm mengenai kebisingan lapangan padel di kawasan Haji Nawi.

“Bulan Januari lalu adalah titik balik saya sebagai seorang ayah, yang mana tiap hari kami sekeluarga ‘dipaksa menerima’ suara-suara lapangan padel fourthwall haji nawi,” tulis akun tersebut.

Warga mengaku telah melaporkan dan mendokumentasikan kebisingan bersama tetangga serta menyampaikan aduan melalui aplikasi JAKI.

“Dari puluhan laporan yang kami buat, Sudin terkait harus selalu berpihak dan hadir bagi pelapor/warga yang terdampak. Bukan malah sebaliknya,” tulisnya.

Pramono menyatakan akan meminta jajarannya mempresentasikan wilayah-wilayah yang diduga melanggar izin serta lokasi lapangan padel yang keberadaannya mengganggu kenyamanan masyarakat.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap lapangan padel yang tidak sesuai dengan izin yang diberikan.

Evaluasi perizinan dan dampak operasional akan dilakukan untuk memastikan aktivitas olahraga tetap berjalan tanpa mengabaikan kenyamanan warga sekitar.

Penulis :
Ahmad Yusuf