Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Olahraga

Ning Zhongyan Pecahkan Rekor Olimpiade, Hari Ke-13 Milan-Cortina 2026 Diwarnai Badai Salju dan Laga Dramatis

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Ning Zhongyan Pecahkan Rekor Olimpiade, Hari Ke-13 Milan-Cortina 2026 Diwarnai Badai Salju dan Laga Dramatis
Foto: (Sumber: Atlet China Ning Zhongyan berselebrasi setelah memenangkan nomor seluncur cepat 1500 meter putra Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026, 19 Februari 2026. ANTARA/Xinhua/Li Jing.)

Pantau - Hari ke-13 Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026 menghadirkan sorotan dari berbagai cabang olahraga, mulai dari seluncur cepat, ski mountaineering, kombinasi Nordik, hoki es putri, seluncur indah putri, hingga freeski halfpipe, dengan sejumlah rekor dan laga dramatis di tengah badai salju.

Ning Pecahkan Rekor dan Raih Emas Bersejarah

Ning Zhongyan dari China merebut medali emas seluncur cepat nomor 1.500 meter putra setelah mencatatkan waktu 1 menit 41,98 detik dan sekaligus memecahkan rekor Olimpiade.

Kemenangan tersebut menjadi emas Olimpiade pertama China di nomor tersebut serta melengkapi koleksi Ning yang sebelumnya meraih dua perunggu dari nomor 1.000 meter dan pursuit beregu.

“Setelah Olimpiade Musim Dingin Beijing, level kesulitan dalam seluncur cepat terus meningkat. Rasanya seperti ada gunung di depan saya, dan apa pun yang saya lakukan, saya tidak bisa melewatinya,” ujarnya.

“Namun, saya tidak pernah berhenti percaya pada kemampuan saya. Saya terus mengingatkan diri sendiri untuk tetap sabar, terus bekerja keras, dan yakin bahwa semua usaha akan membuahkan hasil suatu hari nanti. Hari ini adalah hari yang dinanti-nanti itu. Bahkan sekarang, rasanya masih sedikit tidak nyata melihat saya mampu melakukan ini,” tambahnya.

Jordan Stolz dari Amerika Serikat yang sebelumnya meraih emas nomor 500 meter dan 1.000 meter finis kedua dengan selisih 0,77 detik, sementara juara bertahan Kjeld Nuis dari Belanda meraih perunggu dengan waktu 1 menit 42,82 detik.

Skimo Cetak Sejarah di Tengah Badai

Cabang ski mountaineering atau skimo memulai debutnya dalam kondisi badai salju pada Kamis 19 Februari dengan Oriol Cardona Coll dari Spanyol meraih emas nomor sprint putra dengan waktu 2 menit 34,03 detik.

Emas tersebut menjadi medali emas Olimpiade Musim Dingin pertama Spanyol sejak 1972.

Atlet netral individu Nikita Filippov meraih perak, sementara Thibault Anselmet dari Prancis meraih perunggu.

Di nomor sprint putri, Marianne Fatton dari Swiss mengamankan emas dengan waktu 2 menit 59,77 detik setelah melakukan manuver penentu di transisi terakhir.

Fatton finis 2,38 detik di depan Emily Harrop dari Prancis yang meraih perak, sedangkan Ana Alonso Rodriguez dari Spanyol meraih perunggu.

“Ini hari yang ajaib. Ini sejarah bagi olahraga kita, dan bagi kami sebagai atlet,” kata Fatton.

Drama Kombinasi Nordik dan Hoki Es

Dalam kombinasi Nordik sprint beregu putra, Jens Luraas Oftebro dan Andreas Skoglund dari Norwegia meraih emas setelah mengalahkan Finlandia dengan selisih setengah detik di lintasan ski lintas alam yang dilanda badai salju.

Oftebro mengamankan emas ketiganya di Olimpiade ini, sementara Skoglund meraih medali Olimpiade pertamanya dan Austria merebut perunggu.

Di final hoki es putri, Amerika Serikat mengalahkan Kanada 2-1 melalui perpanjangan waktu.

Alysa Liu dari Amerika Serikat juga merebut emas seluncur indah putri dengan total 226,79 poin.

Jadwal Terganggu Salju Lebat

Juara bertahan Gu Ailing sempat terjatuh pada luncuran pembuka freeski halfpipe putri namun bangkit dan mencetak 86,50 poin pada luncuran kedua untuk lolos ke final di posisi kelima.

Tiga atlet China lainnya Li Fanghui, Zhang Kexin, dan Liu Yishan juga lolos kualifikasi.

Hujan salju lebat memaksa panitia menunda kembali nomor aerial putra dan menjadwalkannya ulang pada Jumat 20 Februari, bersamaan dengan kualifikasi freeski halfpipe putra.

Penulis :
Ahmad Yusuf