Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Olahraga

Apriyani/Lanny Siapkan Evaluasi Menyeluruh Hadapi Ganda Jepang di Babak 16 Besar German Open 2026

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Apriyani/Lanny Siapkan Evaluasi Menyeluruh Hadapi Ganda Jepang di Babak 16 Besar German Open 2026
Foto: Arsip - Pebulu tangkis ganda putri Indonesia Apriyani Rahayu dan Lanny Tria pada babak semifinal Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu 24/1/2026 (sumber: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Pantau - Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari menyiapkan evaluasi dan analisis menyeluruh jelang laga babak 16 besar BWF World Tour Super 300 German Open 2026 melawan pasangan Jepang Kaho Osawa/Mai Tanabe di Westenergie Sporthalle, Mülheim an der Ruhr, Jerman, Jumat dini hari WIB.

Pertandingan tersebut merupakan bagian dari turnamen German Open 2026 yang masuk dalam kalender BWF World Tour Super 300.

Apriyani menyampaikan, “Kami akan melakukan evaluasi dan analisa dulu. Kami akan mempelajari kelemahan serta kebiasaan permainan mereka, termasuk menonton video pertandingan mereka, agar bisa lebih siap saat bertanding besok,” ungkapnya.

Dalam pernyataan tersebut, Apriyani menegaskan bahwa langkah yang akan dilakukan meliputi evaluasi permainan sendiri serta analisis terhadap calon lawan.

Ia juga menjelaskan bahwa mereka akan mempelajari kelemahan serta kebiasaan permainan pasangan Jepang tersebut sebagai bagian dari strategi menghadapi babak 16 besar.

Selain itu, mereka akan menonton video pertandingan lawan sebagai bahan persiapan agar tampil lebih siap di laga penentuan tersebut.

Adaptasi Awal dan Kemenangan Dua Gim

Apriyani/Lanny memastikan tiket babak 16 besar setelah mengalahkan pasangan Uni Emirat Arab Mysha Omer Khan/Taabia Khan dengan skor 21-9, 21-12 pada babak pertama.

Kemenangan tersebut diraih dalam dua gim langsung dengan selisih poin cukup jauh di masing-masing gim.

Lanny mengatakan, “Di awal-awal poin tadi kami masih mencoba beradaptasi dengan kondisi lapangan dan juga shuttlecock pertandingan. Saat latihan kemarin kami tidak menggunakan kok yang sama dengan yang dipakai hari ini, jadi memang di awal masih terasa mencari feel pukulan,”.

Dalam pernyataan tersebut, Lanny menjelaskan bahwa perbedaan shuttlecock antara sesi latihan dan pertandingan membuat mereka perlu penyesuaian pada awal laga.

Ia menambahkan bahwa pada poin-poin awal mereka masih mencari feel pukulan agar permainan lebih optimal.

Setelah interval gim pertama, permainan Apriyani/Lanny mulai stabil dan mampu mengontrol jalannya laga.

Lanny menyatakan, “Setelah poin 11 ke atas kami sudah mulai menemukan pola permainan yang tepat. Dari situ permainan kami lebih stabil dan bisa lebih mengontrol jalannya pertandingan,” katanya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa setelah melewati poin 11, mereka berhasil menemukan pola permainan yang sesuai hingga mampu mengendalikan pertandingan.

Faktor Suhu Dingin dan Penyesuaian Permainan

Apriyani menambahkan bahwa suhu udara yang dingin di arena pertandingan turut memengaruhi sentuhan permainan pada awal laga.

Meski demikian, keduanya mampu menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut dan menutup pertandingan dalam dua gim langsung untuk melangkah ke babak berikutnya.

Penulis :
Arian Mesa