
Pantau - Petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka berhasil mengalahkan mantan petenis nomor satu dunia Naomi Osaka pada babak 16 besar BNP Paribas Open di Indian Wells dengan skor 6-2, 6-4.
Kemenangan tersebut diraih Sabalenka berkat performa servis yang presisi dan bertenaga sepanjang pertandingan.
Pertandingan ini mempertemukan dua petenis yang sama-sama pernah meraih gelar Grand Slam.
Dengan kemenangan tersebut, Sabalenka sekaligus membalas kekalahan dari satu-satunya pertemuan mereka sebelumnya di WTA Tour pada US Open 2018.
"Saya sangat senang dengan penampilan saya hari ini, cara saya menghadirkan variasi di lapangan, sehingga saya membuatnya menebak-nebak hampir sepanjang waktu," ungkap Sabalenka.
Ia menjelaskan bahwa strategi yang digunakan adalah dengan mengubah ritme permainan selama pertandingan berlangsung.
"Saya mencoba mengubah ritme dan memastikan bola kembali ke sisinya dengan ketinggian dan kecepatan yang berbeda. Jadi saya pikir itu adalah kunci pertandingan," ujarnya.
Servis Kuat dan Konsistensi Sabalenka
Sabalenka dan Osaka tercatat memenangi empat dari delapan gelar Australian Open terakhir.
Keduanya juga meraih empat dari delapan gelar US Open terakhir.
Meskipun usia mereka hanya terpaut tujuh bulan dengan Osaka sedikit lebih tua, periode kemenangan gelar Grand Slam keduanya berbeda.
Osaka meraih gelar Grand Slam dalam periode empat tahun berturut-turut dari 2018 hingga 2021.
Sementara Sabalenka memenangkan gelar Grand Slam dalam rentang waktu tiga tahun dari 2023 hingga 2025.
Gelar Grand Slam terakhir Osaka diraih pada Australian Open 2021.
Setelah kembali bertanding usai melahirkan pada 2024, Osaka mampu mencapai final di Auckland dan Montreal serta semifinal US Open.
Dalam konferensi pers setelah pertandingan, Sabalenka ditanya mengenai kemungkinan adanya intensitas tambahan saat menghadapi Osaka.
"Tidak juga," kata Sabalenka.
Ia menjelaskan pendekatan yang diambil sebelum pertandingan berlangsung.
"Saya tidak memikirkan hal-hal seperti itu sebelum pertandingan. Saya hanya fokus pada diri sendiri, fokus pada rencana permainan yang saya miliki. Inilah yang saya pelajari dari pengalaman, bahwa Anda sebaiknya meninggalkan hal-hal ini di luar lapangan tenis, dan Anda keluar dan melakukan yang terbaik," jelasnya.
Dominasi Permainan hingga Rekor Konsistensi
Pada awal pertandingan, Osaka membuka laga dengan servis ace dan berhasil menyelamatkan break point untuk mempertahankan servisnya.
Sabalenka kemudian memenangkan tiga gim berikutnya untuk mengambil alih kendali pertandingan.
Keunggulan Sabalenka turut dipengaruhi oleh tiga kesalahan ganda yang dilakukan Osaka pada gim ketiga.
Ketika Osaka mencoba mengejar ketertinggalan pada set pertama, Sabalenka meningkatkan kualitas servisnya.
Sabalenka memenangkan 39 dari 56 poin servisnya atau sekitar 70 persen.
Ia juga tidak kehilangan satu pun gim servis sepanjang pertandingan.
Sabalenka menutup pertandingan dengan delapan ace.
Dua dari delapan ace tersebut tercipta pada gim terakhir.
Ia juga menyelesaikan pertandingan tanpa melakukan kesalahan ganda.
Sebaliknya, Osaka kehilangan servisnya sebanyak tiga kali sepanjang pertandingan.
Sabalenka juga memanfaatkan mobilitasnya untuk menggerakkan Osaka dari satu sisi lapangan ke sisi lainnya.
Kondisi tersebut membuka peluang bagi Sabalenka untuk menghasilkan sejumlah pukulan winner.
Pada gim ketujuh set kedua dengan skor imbang 3-3, Sabalenka mencetak pukulan forehand winner yang membuatnya unggul 4-3.
Sabalenka yang telah menduduki peringkat satu dunia selama 73 pekan berturut-turut menunjukkan konsistensi tinggi di berbagai turnamen.
Ia menjadi petenis pertama yang mencapai perempat final dalam 14 turnamen WTA berturut-turut, tidak termasuk WTA Finals.
Catatan tersebut menjadi yang pertama sejak Justine Henin mencapai 25 perempat final berturut-turut antara Charleston 2006 hingga Miami 2008.
Sejak tahun 2025, Sabalenka dan Iga Swiatek sama-sama telah mencapai 16 perempat final turnamen WTA, menjadi catatan tertinggi di antara petenis putri lainnya.
"Secara keseluruhan, saya senang karena saya memberikan begitu banyak tekanan padanya," ujar Sabalenka.
"Saya pikir dia sedikit bingung hari ini di momen-momen penting. Senang melihat itu. Senang servis saya berjalan dengan baik. Pengembalian bola benar-benar permainan tenis yang hebat. Tentu saja, saya senang dengan penampilan saya," tambahnya.
Pada babak perempat final, Sabalenka akan menghadapi pemenang pertandingan antara Amanda Anisimova dan Victoria Mboko.
- Penulis :
- Aditya Yohan







