Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Olahraga

Ketua KOI Imbau Atlet Berani Laporkan Kekerasan dan Pelecehan di Dunia Olahraga

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Ketua KOI Imbau Atlet Berani Laporkan Kekerasan dan Pelecehan di Dunia Olahraga
Foto: (Sumber : Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) memberikan keterangan kepada awak media dalam acara perayaan HUT ke-64 KOI di Jakarta, Rabu (11/3/2026). (ANTARA/Aloysius Lewokeda).)

Pantau - Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari mengimbau para atlet agar berani melaporkan jika mengalami kekerasan atau pelecehan dalam lingkungan olahraga.

Pernyataan tersebut disampaikan Oktohari kepada awak media dalam acara perayaan Hari Ulang Tahun ke-74 Komite Olimpiade Indonesia di Jakarta.

Imbauan tersebut muncul setelah adanya kasus dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik terhadap atlet panjat tebing serta kickboxing.

Oktohari menegaskan bahwa atlet tidak perlu takut untuk menyuarakan pengalaman mereka jika mengalami perlakuan yang melanggar norma.

Ia mengatakan, "Jangan diam karena setiap suara itu bisa mewakili teman-teman lain yang mungkin hari ini ada yang diam tidak berani melapor".

Oktohari mengapresiasi para atlet serta pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia yang berani menyampaikan dugaan kekerasan fisik dan pelecehan yang dilakukan oleh kepala pelatih.

Setelah kasus tersebut mencuat, muncul pula laporan dugaan pelecehan seksual dari atlet cabang olahraga kickboxing.

Ia menyebut Komite Olimpiade Indonesia memiliki Program Safeguarding yang bertujuan melindungi seluruh insan olahraga dari kekerasan, pelecehan, diskriminasi, serta berbagai bentuk penyalahgunaan lainnya.

Oktohari menjelaskan bahwa setiap cabang olahraga telah berkoordinasi dengan KOI untuk memiliki Program Safeguarding.

Oktohari kembali mengimbau atlet, ofisial, dan seluruh pihak di dunia olahraga agar tidak ragu berbicara jika mengalami perlakuan yang tidak semestinya.

Ia juga berharap kasus yang terjadi di cabang olahraga panjat tebing dan kickboxing menjadi yang terakhir di dunia olahraga Indonesia.

Ia mengatakan, "Tapi kalau sampai terjadi lagi, bicara melapor saja, kita semua, insyaallah siap mengawal sampai ujung karena perbuatan biadab harus dihapus dari olahraga kita".

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengapresiasi langkah KOI yang bekerja sama dengan Olympic Council of Asia dalam menghadirkan Program Safeguarding.

Erick menegaskan bahwa pemerintah mengambil sikap tegas dalam upaya perlindungan terhadap para atlet Indonesia.

Ia mengatakan, "Kami juga mengambil posisi yang tegas dalam hal perlindungan atlet kita yang sudah banyak berkorban".

Penulis :
Aditya Yohan