
Pantau - Satria Muda Pertamina Bandung kalah 84-95 dari RANS Simba Bogor pada pekan ke-10 IBL akibat minimnya penguasaan rebound dan lemahnya pertahanan di area paint.
Pelatih Satria Muda Djordje Jovicic menyebut lawannya tampil lebih baik dan pantas meraih kemenangan dalam laga tersebut.
"Mereka berhak mendapatkan kemenangan karena bermain dengan lebih baik dibandingkan kami," ungkapnya.
Rebound Jadi Pembeda
Berdasarkan statistik pertandingan, RANS Simba Bogor mencatatkan 53 rebound, unggul jauh dibandingkan Satria Muda yang hanya mengoleksi 40 rebound.
Kekalahan dalam merebut rebound, khususnya offensive rebound, memberi peluang tambahan bagi RANS untuk mencetak angka sepanjang pertandingan.
Kondisi ini membuat Satria Muda kesulitan menjaga konsistensi permainan sejak awal laga.
Lemah di Paint dan Banyak Pelanggaran
Selain rebound, kelemahan di area paint juga menjadi faktor krusial kekalahan tim tuan rumah.
Permainan post-up RANS Simba dinilai mudah menembus pertahanan Satria Muda yang terlalu terbuka.
Guard senior Widyanta Putra Teja menilai banyaknya offensive rebound dan lemahnya pertahanan menjadi titik lemah utama tim.
"Pertahanan di paint area juga menjadi kelemahan yang dimanfaatkan lawan, ditandai dengan banyaknya pelanggaran hingga beberapa pemain harus keluar karena foul," ujarnya.
Satria Muda sempat bangkit pada kuarter keempat dan memaksa pertandingan berlanjut ke overtime, namun kembali kehilangan kendali pada momen krusial.
Banyaknya pelanggaran membuat beberapa pemain harus keluar dari pertandingan sehingga memengaruhi kekuatan tim.
Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi bagi Satria Muda untuk meningkatkan penguasaan rebound serta memperbaiki pertahanan di area paint pada laga selanjutnya.
- Penulis :
- Gerry Eka









