
Pantau - Atlet panjat tebing speed Indonesia Desak Made Rita Kusuma Dewi bersyukur meraih medali perunggu nomor speed individu putri pada World Climbing Series Wujiang 2026 di China meski mengaku belum puas dengan hasil tersebut.
Desak menjadi satu-satunya atlet Indonesia yang meraih medali pada nomor speed dalam ajang yang diselenggarakan International Federation of Sport Climbing tersebut.
Medali perunggu dipastikan Desak setelah memenangi perebutan tempat ketiga atau small final.
"Ini bukan hasil terbaik, tetapi apa pun hasilnya saya harus bersyukur dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi," kata Desak Made Rita Kusuma Dewi.
Desak menyatakan akan meningkatkan latihan dan persiapan untuk menghadapi turnamen-turnamen berikutnya.
Desak Singkirkan Rajiah dan Wakil Amerika Serikat
Pada babak 16 besar, Desak mengalahkan rekan senegaranya Rajiah Salsabillah.
Desak mencatatkan waktu 6,36 detik, sedangkan Rajiah membukukan waktu 6,53 detik.
Pada babak perempat final, Desak mengalahkan wakil Amerika Serikat Isis Rothfork dengan catatan waktu 7,61 detik.
Langkah Desak kemudian terhenti di semifinal setelah kalah dari atlet Polandia Aleksandra Kalucka.
Aleksandra Kalucka mencatatkan waktu 6,09 detik, sedangkan Desak membukukan waktu 6,33 detik.
Desak Bangkit di Perebutan Tempat Ketiga
Pada perebutan medali perunggu, Desak bangkit dan mengalahkan Natalia Kalucka.
Desak mencatatkan waktu 6,17 detik, lebih cepat dibandingkan Natalia Kalucka yang membukukan waktu 6,38 detik.
Medali emas diraih Aleksandra Kalucka.
Sementara itu, medali perak menjadi milik Elizaveta Ivanova dari Atlet Netral Perorangan.
Dari sektor putra, lima wakil Indonesia gagal meraih medali.
Langkah terjauh wakil Indonesia di sektor putra dicatat Raharjati Nursamsa dan Veddriq Leonardo yang mencapai babak perempat final.
- Penulis :
- Gerry Eka





