
Pantau - Kejuaraan Nasional Balap Motor Sportbike Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) seri ketiga di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, mulai menerapkan regulasi kualifikasi bergaya MotoGP sebagai upaya membekali pembalap Indonesia menghadapi kompetisi internasional.
CEO PRIDE Motorsport Eddy Saputra mengatakan regulasi baru tersebut diterapkan pada kelas National Sport 250 dan Indonesia Junior Talent Cup U-15 melalui pembagian sesi kualifikasi Q1 dan Q2.
"Pada ajang kali ini menerapkan regulasi baru yaitu pembagian Q1 dan Q2 dalam sesi kualifikasi seperti MotoGP di dua kelas Kejurnas, National Sport 250 serta Indonesia Junior Talent Cup U-15," ungkap Eddy.
Sebanyak 10 pembalap tercepat dari akumulasi dua sesi Free Practice langsung lolos ke Q2, sedangkan pembalap peringkat ke-11 dan seterusnya harus bersaing di Q1 untuk memperebutkan lima tiket menuju Q2.
"Aturan yang lazim diterapkan di kejuaraan internasional ini menjadi salah satu hal baru dalam upaya mengedukasi pembalap Indonesia sebelum bertanding di event yang lebih tinggi," katanya.
"Kejurnas Pertamina Mandalika Racing Series dirancang menjadi kompetisi balap motor tertinggi di Indonesia sebagai pintu gerbang para pembalap muda berprestasi Indonesia menuju pentas balap internasional," katanya.
“Kami bukan sekadar menyelenggarakan balapan, namun dalam setiap putarannya memberikan edukasi mengenai regulasi internasional, agar para pembalap kita terbiasa memahaminya peraturan balap internasional," katanya.
Eddy menilai penerapan regulasi internasional menjadi bekal penting bagi pembalap, terutama menjelang penyelenggaraan Asia Road Racing Championship pada 7–9 Agustus 2026 di Mandalika.
"Lebih penting lagi untuk para pembalap Junior agar sejak dini telah memiliki bekal pemahaman regulasi yang kuat, karena tidak hanya skill yang baik namun juga penguasaan peraturan balap motor internasional secara utuh," katanya.
Ajang MRS putaran ketiga diikuti 107 starter yang berlaga pada enam kelas, terdiri atas empat kelas Kejurnas dan dua kelas pendukung.
Direktur Utama MGPA Ananda Mikola mengatakan MRS menjadi batu loncatan bagi pembalap Indonesia untuk tampil kompetitif di ajang internasional.
“Paling dekat tentunya menghadapi ajang balap ARRC di Pertamina Mandalika International Circuit, agar para pembalap Indonesia mengerahkan segala kemampuannya untuk bisa bersaing mencetak prestasi yang membanggakan," ujarnya.
"Sekaligus mempunyai pemahaman bagaimana berkompetisi di kancah internasional," katanya.
- Penulis :
- Aditya Yohan





