
Pantau - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggandeng perusahaan industri olahraga 20FIT untuk menggelar Jakarta Hybrid Race sebagai bagian dari rangkaian Indonesia Sport Summit (ISS) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, pada 11–13 September 2026.
Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga Kemenpora Teuku Arlan Perkasa Lukman mengatakan ISS 2026 dirancang sebagai wadah yang mempertemukan berbagai unsur dalam ekosistem olahraga sekaligus mendorong interaksi dan pertumbuhan industri.
"Kami ingin menjadikan ISS ini sebagai suatu platform atau suatu tempat di mana seluruh ekosistem olahraga akan berkumpul dan juga berinteraksi," kata Arlan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.
Jakarta Hybrid Race Hadir dengan Delapan Pos Tantangan
Kemenpora melihat kompetisi kebugaran atau hybrid race terus berkembang di Indonesia seiring tingginya minat masyarakat mengikuti olahraga tersebut.
Pada kompetisi terbaru yang digelar di Jakarta pada 27–28 Juni, jumlah peserta tercatat mencapai 11.500 orang.
Tingginya jumlah peserta tersebut menjadi salah satu alasan Kemenpora bersama 20FIT menghadirkan Jakarta Hybrid Race sebagai bagian dari ISS 2026.
Dalam kompetisi tersebut, peserta akan menghadapi delapan station atau pos tantangan dengan jarak yang dibuat menjadi setengah sehingga perlombaan diharapkan berlangsung lebih cepat, ramai, dan menarik.
"Para peserta akan ikut delapan station, jaraknya setengah. Jadi harusnya lebih ramai dan lebih seru, tapi juga lebih cepat. Jadi kalau lari satu kilometer bisa empat menit, nanti mungkin bisa lebih kencang," kata Arlan.
Arlan menilai perkembangan kompetisi kebugaran telah memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan industri olahraga.
Ia mencontohkan perkembangan hybrid race di China yang mulai masuk pada 2024 dan pada penyelenggaraan 2026 mampu menarik 7.660 peserta.
Menurut dia, jumlah peserta tersebut menghasilkan nilai ekonomi mencapai Rp22 miliar.
Melihat potensi tersebut, Kemenpora memastikan siap mendukung penyelenggaraan Jakarta Hybrid Race melalui kolaborasi dengan sektor swasta.
"Kami hadir itu bukan cuma hadir dalam bentuk doa, tapi hadir dalam bentuk dukungan keuangan, kemudahan pajak dan segala macam," kata Arlan.
Kehadiran kompetisi kebugaran itu sekaligus diarahkan untuk memperkuat tujuan ISS 2026 sebagai ruang interaksi yang tidak hanya mencakup aspek sosial, tetapi juga aktivitas dan pertumbuhan ekonomi dalam ekosistem olahraga.
20FIT Siapkan Arena, Pelatih, hingga Tim Dokter
Chief Operating Officer 20FIT Novi Eastiyanto menyambut dukungan penuh Kemenpora terhadap penyelenggaraan Jakarta Hybrid Race dan menilai Jakarta menjadi salah satu titik pertumbuhan tren olahraga di Indonesia.
Dalam penyelenggaraan kompetisi tersebut, 20FIT akan menyiapkan arena pertandingan, program pelatihan, pelatih, serta standar prosedur operasional untuk mendukung peserta.
"Kami juga memberikan pilihan ke kita semua untuk mencoba berlatih sesuai dengan kebutuhan race dan sebagainya," kata Novi.
Bagi atlet maupun peserta yang ingin meningkatkan performa, 20FIT juga menyediakan fasilitas pemulihan serta menyiapkan tim dokter untuk mendukung kebutuhan selama kompetisi.
Novi berharap Jakarta Hybrid Race menjadi langkah awal dalam membentuk lanskap acara utama kompetisi kebugaran di Indonesia.
Menurut dia, antusiasme masyarakat terhadap hybrid race pada tahun ini sangat tinggi dengan semakin banyak orang mencoba hingga beralih menjadi atlet olahraga tersebut, baik untuk sementara maupun secara berkelanjutan.
"Kami sadar di tahun ini antusiasmenya sangat luar biasa. Hampir semuanya dalam tanda kutip kefomoan atau migrasi, baik migrasi sementara ataupun migrasi seterusnya menjadi atlet hybrid race," kata Novi.
Konferensi pers penyelenggaraan Jakarta Hybrid Race turut dihadiri atlet elite hybrid race berdarah Amerika Serikat-Vietnam, Johnny Tieu.
Secara keseluruhan, Jakarta Hybrid Race di ISS 2026 diarahkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi kebugaran, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat ekosistem dan industri olahraga melalui kolaborasi pemerintah dengan sektor swasta.
- Penulis :
- Shila Glorya



