HOME  ⁄  Olahraga

PBSI Pacu Regenerasi Bulu Tangkis setelah Alwi Farhan dan Ubed Melejit di Peringkat Dunia

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

PBSI Pacu Regenerasi Bulu Tangkis setelah Alwi Farhan dan Ubed Melejit di Peringkat Dunia
Foto: (Sumber :Ketua Umum PP PBSI Fadil Imran menyampaikan sambutan dalam Tasyakuran Pencapaian Tim Bulu Tangkis Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Pelatnas PP PBSI Cipayung, Jakarta, Rabu (7/10/2026). Indonesia meraih dua medali emas, satu perak, dan tiga perunggu dari cabang bulu tangkis pada Asian Games 2026. ANTARA/Gilang Galiartha.)

Pantau - PP PBSI terus memacu regenerasi pebulu tangkis Indonesia setelah Alwi Farhan dan Mohammad Zaki Ubaidillah atau Ubed menunjukkan perkembangan signifikan dalam persaingan tingkat dunia.

Ketua Umum PP PBSI Fadil Imran mengatakan pembinaan pemain muda menjadi perhatian penting karena semakin banyak negara mulai mengandalkan atlet berusia muda pada level elite.

"Sebelum saya tidur, terkadang saya berpikir dan sedikit iri melihat negara-negara lain. Melihat atlet negara lain yang masih muda, sementara kita sudah senior. Kekhawatiran dan kegelisahan saya ini saya sampaikan kepada Sekjen PBSI," kata Fadil dalam Tasyakuran Pencapaian Tim Bulu Tangkis Indonesia pada Asian Games 2026 di Pelatnas PP PBSI Cipayung, Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Alwi dan Ubed Tunjukkan Perkembangan Signifikan

Dalam evaluasi bidang pembinaan dan prestasi PBSI, Alwi tercatat mengalami lonjakan peringkat dari posisi ke-49 dunia pada Januari 2025 hingga menembus peringkat ke-10 pada Oktober tahun yang sama.

Perkembangan juga diperlihatkan Ubed yang bergerak dari peringkat ke-158 hingga mencapai posisi ke-29 dunia.

Menurut Fadil, perkembangan kedua pemain tersebut memperlihatkan bahwa pembinaan yang dilakukan secara tepat dan terukur dapat memberikan hasil nyata.

"Angka-angka tadi bukan untuk membuat kita berpuas diri. Angka-angka itu memberi kita satu pesan, kalau proses pembinaan dijalankan dengan benar, hasilnya dapat diukur," ujar Fadil.

PBSI berharap perkembangan Alwi dan Ubed dapat diikuti pemain muda lainnya, termasuk atlet sektor putri, agar Indonesia memiliki kedalaman pemain yang lebih merata pada setiap nomor.

Fadil menegaskan prestasi bulu tangkis Indonesia tidak dapat bergantung pada satu atlet maupun satu pelatih, tetapi harus dibangun melalui sistem pembinaan secara menyeluruh.

Sistem tersebut melibatkan pelatih teknik dan fisik, tim medis, psikolog, nutrisi, fisioterapis, sport science, analisis video, hingga bidang pembinaan dan prestasi.

PBSI Bidik Regenerasi hingga Olimpiade Los Angeles 2028

Selain regenerasi, PBSI masih menghadapi sejumlah pekerjaan rumah, mulai dari menjaga konsistensi performa, memperkuat kedalaman pemain pada setiap sektor, hingga memperkecil kesenjangan kualitas antara kelompok pratama dan utama.

Program latihan individual dan pemantauan berbasis data menjadi bagian dari pembinaan yang akan terus diperkuat untuk mengembangkan potensi setiap atlet.

"Saya selalu tekankan kepada para pelatih dan seluruh pengurus, tolong perhatikan atletnya satu per satu, karena tidak ada satu atlet yang memiliki ukuran yang sama. Pasti berbeda. Tolong dilatih sesuai dengan ukurannya," kata Fadil.

Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang menghasilkan dua medali emas, satu perak, dan tiga perunggu dari cabang bulu tangkis tidak menjadi tujuan akhir pembinaan PBSI.

PBSI menargetkan proses regenerasi terus berjalan menuju Olimpiade Los Angeles 2028 dengan sasaran meloloskan wakil secara maksimal pada seluruh sektor sekaligus kembali merebut medali emas.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026