HOME  ⁄  Olahraga

Margono Raih Medali Perunggu Para Angkat Berat Asian Para Games 2026, Sumbang Prestasi bagi Indonesia

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Margono Raih Medali Perunggu Para Angkat Berat Asian Para Games 2026, Sumbang Prestasi bagi Indonesia
Foto: Atlet para-angkat berat Margono meraih dua medali emas sekaligus dalam debutnya di ajang olahraga penyandang disabilitas se-Asia Tenggara di ASEAN Para Games 2023 Kamboja di Phnom Penh, Kamboja, Senin 5/6/2023 (sumber: Kemenpora)

Pantau - Atlet para angkat berat Indonesia, Margono, berhasil menyumbangkan medali perunggu bagi kontingen Merah Putih setelah menempati peringkat ketiga nomor putra kelas -65 kilogram pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang.

Margono memastikan posisi ketiga setelah mencatatkan angkatan terbaik seberat 177 kilogram dalam pertandingan yang berlangsung di Nagoya City Trade & Industry Center, Jepang, pada Selasa.

Berdasarkan statistik yang tercantum dalam laman resmi penyelenggara, Margono harus bersaing dengan sejumlah atlet unggulan Asia untuk memperebutkan medali pada nomor tersebut.

Medali emas diraih atlet China, Yi Zou, yang tampil sebagai juara dengan catatan angkatan terbaik seberat 216 kilogram.

Sementara itu, atlet India, Ashok, berhasil membawa pulang medali perak setelah membukukan angkatan terbaik seberat 192 kilogram.

Hasil tersebut menempatkan Yi Zou unggul 24 kilogram atas Ashok, sedangkan Margono terpaut 15 kilogram dari peraih medali perak.

Margono Bangkit pada Percobaan Terakhir untuk Amankan Perunggu

Dalam pertandingan final kelas -65 kilogram putra, Margono mengawali penampilannya dengan berhasil mengangkat beban seberat 170 kilogram pada kesempatan pertama.

Keberhasilan tersebut menjadi modal awal bagi Margono untuk menjaga peluang bersaing memperebutkan posisi podium.

Pada percobaan kedua, Margono berupaya meningkatkan catatan angkatannya dengan menaikkan beban menjadi 175 kilogram.

Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil setelah Margono gagal menyelesaikan angkatan pada kesempatan keduanya.

Kegagalan itu membuat Margono harus memaksimalkan kesempatan ketiga sekaligus terakhir untuk memperbaiki catatan angkatannya.

Margono kemudian meningkatkan beban menjadi 177 kilogram pada percobaan terakhir demi memperkuat posisinya dalam persaingan perebutan medali.

Upaya tersebut berhasil setelah Margono mampu menyelesaikan angkatan seberat 177 kilogram secara sah.

Catatan itu menjadi hasil angkatan tertinggi Margono sepanjang pertandingan final sekaligus memastikan dirinya menempati peringkat ketiga.

Keberhasilan pada percobaan terakhir tersebut mengantarkan Margono meraih medali perunggu bagi Indonesia dari cabang olahraga para angkat berat.

Yi Zou Rebut Emas dengan Angkatan 216 Kilogram

Persaingan pada nomor putra kelas -65 kilogram juga diwarnai penampilan atlet China, Yi Zou, yang berhasil mengamankan medali emas.

Yi Zou menunjukkan keunggulannya dengan mencatatkan angkatan terbaik seberat 216 kilogram, sekaligus mengungguli seluruh pesaingnya pada nomor tersebut.

Atlet India, Ashok, menempati posisi kedua dengan angkatan terbaik 192 kilogram dan berhak memperoleh medali perak.

Sementara itu, Margono melengkapi podium setelah mencatatkan angkatan terbaik 177 kilogram.

Yi Zou diketahui merupakan pemegang rekor dunia para angkat berat dengan catatan angkatan seberat 222 kilogram.

Rekor tersebut dibukukan Yi Zou ketika tampil pada Asian Para Games Hangzhou 2022 di China, tepatnya pada 23 Oktober 2023.

Asian Para Games Hangzhou 2022 sendiri baru diselenggarakan pada 2023 setelah mengalami penundaan akibat pandemi COVID-19.

Dengan demikian, catatan angkatan Yi Zou sebesar 216 kilogram pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 masih berada enam kilogram di bawah rekor dunia yang pernah dicetaknya.

Meski tidak memecahkan rekor dunia, hasil tersebut cukup untuk memastikan Yi Zou menjadi juara pada nomor putra kelas -65 kilogram.

Sistem Penilaian Para Angkat Berat Tentukan Pemenang

Cabang olahraga para angkat berat menggunakan sistem pertandingan yang menguji kemampuan atlet mengangkat beban melalui gerakan bench press dalam posisi tubuh berbaring.

Dalam pertandingan, setiap atlet diberikan sejumlah kesempatan untuk mengangkat beban sesuai ketentuan yang ditetapkan penyelenggara.

Penentuan peringkat dilakukan berdasarkan beban terberat yang berhasil diangkat secara sah oleh masing-masing atlet.

Dengan sistem tersebut, keberhasilan menyelesaikan angkatan pada setiap kesempatan menjadi faktor penting dalam menentukan posisi akhir atlet.

Margono berhasil memanfaatkan kesempatan terakhir untuk meningkatkan catatan angkatannya dari 170 kilogram menjadi 177 kilogram.

Hasil tersebut memastikan Margono berhak menempati podium ketiga, di bawah Yi Zou dari China dan Ashok dari India.

Medali Margono Tambah Raihan Kontingen Indonesia

Keberhasilan Margono meraih medali perunggu menjadi tambahan prestasi bagi kontingen Indonesia dalam ajang Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.

Medali tersebut diperoleh melalui persaingan nomor putra kelas -65 kilogram yang mempertemukan atlet-atlet para angkat berat dari berbagai negara Asia.

Catatan angkatan terbaik 177 kilogram menjadi hasil yang mengantarkan Margono menyumbangkan medali bagi Merah Putih.

Perolehan tersebut sekaligus menambah raihan medali Indonesia dari cabang olahraga para angkat berat pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026