
Pantau - Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Dhinda Amartya Pratiwi, berhasil melaju ke babak perempat final Indonesia Masters 2026 setelah mengalahkan wakil China Taipei, Liang Ting Yu, melalui dua gim langsung dengan skor 21-6 dan 21-14.
Pertandingan babak 16 besar tersebut berlangsung di GOR Djarum Arena, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Kamis, 22 Oktober 2026.
Kemenangan ini memastikan Dhinda mengamankan satu tempat di babak delapan besar sekaligus melanjutkan penampilan positifnya dalam turnamen bulu tangkis tersebut.
Sebelumnya, Dhinda harus melewati pertandingan sengit selama tiga gim untuk menyingkirkan wakil China Taipei lainnya, Huang Ching Ping.
Berbeda dengan pertandingan sebelumnya, Dhinda kali ini mampu mengendalikan permainan dan menyelesaikan pertandingan dalam dua gim langsung dengan selisih skor yang cukup jauh.
Dhinda Ungkap Strategi Kalahkan Liang Ting Yu dalam Dua Gim Langsung
Dhinda mengungkapkan bahwa keberhasilannya mengalahkan Liang Ting Yu tidak terlepas dari persiapan strategi yang dilakukan bersama pelatih sebelum pertandingan.
Salah satu langkah persiapannya adalah mempelajari rekaman pertandingan lawan untuk memahami karakteristik permainan, pola pukulan, serta kekuatan yang perlu diantisipasi.
Menurut Dhinda, Liang Ting Yu merupakan pemain yang terbiasa tampil di sektor ganda sehingga memiliki kemampuan menghasilkan pukulan keras dan cepat.
Menghadapi karakteristik tersebut, Dhinda memilih menerapkan strategi penempatan bola dibandingkan terlibat dalam adu kekuatan pukulan.
Pendekatan tersebut dilakukan dengan mengarahkan bola ke berbagai sudut lapangan agar lawan harus bergerak lebih jauh dan kesulitan mempertahankan konsistensi selama reli.
Dhinda menjelaskan bahwa strategi tersebut juga merupakan arahan pelatih yang memintanya menghindari permainan cepat dengan mengandalkan pukulan keras.
"Pelatih juga menginstruksikan agar tidak perlu adu pukulan kencang. Yang penting, arah bolanya dijauhkan supaya dia tidak kuat mengikuti reli," ujar Dhinda.
Strategi penempatan bola tersebut membantu Dhinda mengendalikan jalannya pertandingan hingga akhirnya memastikan kemenangan dengan skor 21-6 pada gim pertama dan 21-14 pada gim kedua.
Mental Dhinda Semakin Matang, Kini Lebih Mampu Kendalikan Tekanan
Selain keberhasilan menerapkan strategi permainan, Dhinda mengaku mengalami perkembangan dalam aspek mental dan kemampuan mengendalikan diri ketika menghadapi tekanan pertandingan.
Ia menyebut kini dapat bermain lebih lepas dan semakin mampu mengontrol emosi maupun ketegangan yang muncul selama pertandingan berlangsung.
Menurutnya, tekanan dan rasa gugup merupakan hal yang tidak dapat sepenuhnya dihindari dalam pertandingan, terutama ketika menghadapi lawan dengan karakteristik permainan berbeda.
Namun, pengalaman bertanding membantunya mengelola tekanan tersebut sehingga dapat tetap fokus menjalankan strategi yang telah dipersiapkan.
"Tekanan dan rasa tegang pasti ada, tetapi sekarang lebih bisa mengontrol diri," ungkap Dhinda.
Kemampuan menjaga ketenangan menjadi salah satu aspek yang terus diperhatikan Dhinda agar dapat mempertahankan performa ketika menghadapi pertandingan dengan tingkat persaingan lebih tinggi.
Dhinda Siapkan Analisis Lawan Korea Selatan atau Jepang di Perempat Final
Setelah memastikan tiket perempat final Indonesia Masters 2026, Dhinda masih menunggu kepastian calon lawan yang akan berasal dari Korea Selatan atau Jepang.
Menghadapi pertandingan berikutnya, Dhinda berencana kembali mempelajari rekaman pertandingan calon lawannya untuk mengetahui pola permainan, karakteristik pukulan, serta strategi yang paling sesuai.
Analisis tersebut akan menjadi bagian penting dalam persiapannya menghadapi persaingan di babak delapan besar.
Selain mempersiapkan strategi, Dhinda juga berkomitmen menjaga kondisi fisik agar tetap prima untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
Ia menekankan pentingnya mempertahankan konsistensi permainan yang telah ditunjukkan dalam dua pertandingan sebelumnya, termasuk saat menghadapi Huang Ching Ping dan Liang Ting Yu.
Dhinda juga ingin meningkatkan fokus selama pertandingan serta meminimalkan kesalahan sendiri yang dapat memberikan keuntungan kepada lawan.
"Semoga permainan bisa konsisten seperti hari ini dan kemarin. Fokus juga harus lebih dijaga dan jangan terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri," kata Dhinda.
Keberhasilan mencapai perempat final membuka peluang bagi Dhinda untuk melanjutkan kiprahnya dan bersaing memperebutkan tiket menuju semifinal Indonesia Masters 2026.
Dengan persiapan strategi melalui analisis rekaman pertandingan, peningkatan pengendalian mental, serta upaya menjaga kondisi fisik dan konsistensi permainan, Dhinda akan berusaha mempertahankan performanya pada pertandingan berikutnya di GOR Djarum Arena, Kudus.
- Penulis :
- Arian Mesa




