
Pantau - Kepala Pelatih Ganda Campuran Pelatnas PBSI Nova Widianto memproyeksikan pasangan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah dan Dejan Ferdinansyah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu sebagai dua kandidat utama yang dipersiapkan untuk menghadapi Olimpiade Los Angeles 2028.
Nova mengatakan kedua pasangan tersebut menjadi pilihan terdekat berdasarkan peringkat dunia, kemampuan bermain, serta peluang mengikuti turnamen internasional tingkat tinggi.
Meski demikian, PBSI belum menetapkan komposisi pasangan secara permanen karena masih melakukan evaluasi terhadap perkembangan permainan dan hasil pertandingan.
"Ini uji coba, tapi kemungkinan dua pasang ini yang kami masukkan ke road to Olympic," kata Nova di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Amri/Nita Ditargetkan Tembus Delapan Besar Dunia
Nova menargetkan Amri/Nita mampu menembus sekaligus mempertahankan posisi delapan besar peringkat dunia sebelum periode pengumpulan poin kualifikasi Olimpiade 2028 dimulai.
Menurutnya, posisi tersebut penting untuk memperbesar peluang pasangan Indonesia memperoleh undian pertandingan yang lebih menguntungkan dalam turnamen internasional.
"Saya sendiri sudah bilang sama mereka sebelum penghitungan poin Olimpiade mulai, kita harus sudah masuk, sudah stabil di top delapan,” ujar Nova.
Berdasarkan daftar peringkat Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) per 3 November 2026, Amri/Nita menempati posisi kesembilan dunia.
Dengan posisi tersebut, pasangan Indonesia itu masih membutuhkan peningkatan peringkat untuk mencapai target yang ditetapkan tim pelatih.
Nova menilai Amri/Nita telah menunjukkan perkembangan positif sejak tampil pada Kejuaraan Dunia 2026.
Namun, konsistensi permainan dan kepercayaan diri ketika menghadapi pasangan unggulan masih menjadi aspek yang perlu ditingkatkan.
Amri/Nita Tunjukkan Perkembangan dalam Tur Eropa
Penampilan Amri/Nita dalam rangkaian turnamen Eropa menjadi salah satu bahan evaluasi tim pelatih PBSI.
Pasangan tersebut berhasil mencapai babak perempat final French Open 2026 sebelum melangkah lebih jauh hingga semifinal Hylo Open 2026.
Pada semifinal Hylo Open, Amri/Nita menghadapi pasangan Denmark, Jesper Toft/Amalie Cecilie Kudsk.
Pertandingan berlangsung dalam tiga gim sebelum Amri/Nita kalah dengan skor 23-21, 12-21, dan 20-22.
Hasil tersebut menunjukkan Amri/Nita mampu bersaing dalam pertandingan ketat, meskipun belum berhasil melangkah ke final.
Sebelumnya, pasangan ini juga meraih medali perak ganda campuran Asian Games 2026 di Jepang.
Amri/Nita harus puas menjadi peraih medali perak setelah kalah dari pasangan China, Jiang Zheng Bang/Wei Yaxin, dengan skor 19-21 dan 8-21 pada pertandingan final.
Dejan/Felisha Masih Cari Konsistensi setelah Dipasangkan
Sementara itu, Dejan/Felisha masih menjalani proses penyesuaian setelah mulai dipasangkan pada Oktober 2026.
Keduanya telah mengikuti tiga turnamen di Eropa sebagai bagian dari proses pengujian kemampuan dan kecocokan permainan.
Pada Denmark Open dan French Open, Dejan/Felisha tersingkir pada babak pertama.
Penampilan mereka kemudian mengalami peningkatan dengan mencapai babak kedua Hylo Open 2026.
Nova menilai pasangan tersebut memiliki kemampuan teknis untuk bersaing dengan pemain ganda campuran tingkat atas.
"Secara skill, mereka mungkin yang paling kita harapkan di samping Amri/Nita," kata Nova.
Namun, ia melihat masih terdapat kendala dalam penerapan pola permainan, terutama ketika menghadapi situasi penting dalam pertandingan.
Keraguan mengambil keputusan dan hilangnya fokus pada poin-poin krusial menjadi perhatian tim pelatih.
Nova Tekankan Kepercayaan Diri dan Konsistensi Permainan
Nova menegaskan bahwa kemampuan teknis saja belum cukup untuk menghadapi persaingan menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Menurutnya, pemain juga harus memiliki kepercayaan diri agar mampu menerapkan strategi dan mengeluarkan kemampuan terbaik selama pertandingan.
Hal tersebut menjadi perhatian bagi Amri/Nita maupun Dejan/Felisha yang masih menjalani proses evaluasi.
Nova menjelaskan bahwa penilaian terhadap pasangan tidak hanya didasarkan pada hasil satu atau dua pertandingan.
Tim pelatih juga mempertimbangkan perkembangan permainan, kualitas lawan yang dihadapi, serta konsistensi penampilan sepanjang turnamen.
PBSI Belum Tetapkan Pasangan Final untuk Olimpiade 2028
Meski Amri/Nita dan Dejan/Felisha menjadi kandidat terdekat, PBSI masih membuka kemungkinan perubahan komposisi ganda campuran.
Nova menyatakan bahwa kedua pasangan harus terus membuktikan kemampuan melalui penampilan dalam turnamen internasional.
Evaluasi akan dilakukan sebelum tim pelatih menentukan pasangan yang diprioritaskan dalam program persiapan dan perebutan tiket Olimpiade.
Dengan demikian, Amri/Nita dan Dejan/Felisha masih harus bersaing menunjukkan perkembangan serta konsistensi untuk memperkuat peluang mewakili Indonesia di Los Angeles pada 2028.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




