HOME  ⁄  Otomotif

Produsen Mobil Jepang Pangkas Waktu Pengembangan hingga Dua Tahun untuk Saingi Industri Otomotif China

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Produsen Mobil Jepang Pangkas Waktu Pengembangan hingga Dua Tahun untuk Saingi Industri Otomotif China
Foto: Toyota New Kijang Innova Zenix Hybrid EV yang dipamerkan dalam acara peluncuran layanan konektivitas terbaru T Intouch with Toyota Remote di Kota Kasablanka, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Pantau - Sejumlah produsen mobil Jepang, termasuk Toyota, Honda, Nissan, Suzuki, dan Mitsubishi, mempercepat proses pengembangan kendaraan baru untuk menghadapi persaingan dengan industri otomotif China yang mampu meluncurkan model dalam waktu kurang dari dua tahun.

Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan daya saing sekaligus mempercepat respons terhadap perubahan kebutuhan konsumen di pasar otomotif global.

Dilansir dari Kyodo, Minggu (25/10/2026), produsen mobil Jepang umumnya membutuhkan waktu sekitar empat hingga lima tahun untuk mengembangkan kendaraan baru.

Durasi tersebut lebih dari dua kali lipat dibandingkan produsen otomotif China yang dapat menyelesaikan pengembangan model baru dalam waktu kurang dari dua tahun.

Perbedaan kecepatan pengembangan itu mendorong perusahaan otomotif Jepang melakukan reformasi melalui penggunaan komponen bersama, penyederhanaan produksi, dan pemanfaatan teknologi digital.

Nissan Targetkan Pengembangan Mobil Baru Lebih Cepat 40 Persen

Nissan Motor Co. menerapkan strategi pengembangan kendaraan berbasis keluarga model untuk memangkas waktu perancangan dan produksi mobil baru.

Melalui pendekatan tersebut, Nissan akan menggunakan satu platform bersama untuk beberapa model kendaraan dengan ukuran serupa.

Perusahaan menargetkan pengembangan kendaraan jenis SUV baru dalam waktu tiga tahun satu bulan untuk peluncuran di Amerika Utara pada 2028.

Setelah model utama selesai dikembangkan, Nissan berencana memanfaatkan platform yang sama untuk menghadirkan model turunannya.

Strategi tersebut diperkirakan mampu memangkas waktu pengembangan model turunan hingga 40 persen menjadi sekitar dua setengah tahun.

Nissan juga menargetkan strategi produk baru tersebut mencakup 80 persen dari total penjualan global perusahaan.

Selain mempercepat pengembangan, penggunaan platform bersama diperkirakan dapat mengurangi jumlah jenis suku cadang hingga 70 persen.

Wakil Manajer Umum Divisi Perencanaan Produk Nissan Hidemi Sasaki mengatakan perubahan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kemampuan perusahaan dalam merespons perkembangan pasar.

"Ini merupakan reformasi untuk menjadi perusahaan yang mampu merespons perubahan dan menghadirkan mobil berkualitas pada waktu yang tepat," kata Hidemi Sasaki.

Honda Terapkan Strategi Triple Half dengan Teknologi AI

Honda Motor Co. turut menyiapkan langkah percepatan pengembangan kendaraan melalui strategi bernama Triple Half.

Strategi tersebut bertujuan memangkas biaya pengembangan, waktu pengembangan, dan beban kerja hingga separuh dari tingkat pada 2025.

Untuk mencapai target tersebut, Honda akan memaksimalkan pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI serta berbagai teknologi digital.

Pendekatan baru itu disiapkan sebagai bagian dari upaya perusahaan memperbaiki kinerja setelah mencatatkan kerugian bersih untuk pertama kalinya pada tahun fiskal sebelumnya.

Honda berencana mulai menerapkan inisiatif tersebut pada model-model kendaraan baru yang pengembangannya dijadwalkan dimulai pada 2028.

Pemanfaatan teknologi digital diharapkan membantu perusahaan menyederhanakan tahapan pekerjaan dan mempercepat proses pengembangan kendaraan.

Toyota Jalankan Proyek Area 35 untuk Tingkatkan Efisiensi Pabrik

Toyota Motor Corp. juga melakukan pembenahan proses produksi dan pengembangan kendaraan untuk meningkatkan efisiensi.

Produsen otomotif terbesar di dunia berdasarkan volume produksi tersebut berupaya mengurangi variasi jenis suku cadang sesuai kebutuhan konsumen.

Penyederhanaan komponen dinilai dapat membantu meningkatkan produktivitas sekaligus mempercepat pengembangan model kendaraan.

Toyota turut menjalankan proyek bernama Area 35 yang menargetkan peningkatan efisiensi penggunaan ruang lantai pabrik sebesar 35 persen.

Melalui proyek tersebut, Toyota berupaya mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas produksi agar proses manufaktur menjadi lebih efisien.

Langkah tersebut menjadi bagian dari penyesuaian perusahaan terhadap persaingan industri otomotif global yang semakin menuntut kecepatan pengembangan produk.

Suzuki Targetkan Pengembangan Mobil Hanya Dua Tahun

Suzuki Motor Corp. mengambil langkah serupa dengan menargetkan pemangkasan waktu pengembangan kendaraan hingga separuh dari durasi saat ini.

Melalui rencana tersebut, Suzuki ingin mempercepat proses pengembangan model baru menjadi sekitar dua tahun.

Target itu mendekati kecepatan pengembangan produsen otomotif China yang mampu menghadirkan kendaraan baru dalam waktu kurang dari dua tahun.

Sementara itu, Mitsubishi Motors Corp. menargetkan pengurangan waktu pengembangan kendaraan sebesar 20 persen.

Mitsubishi berencana memangkas durasi pengembangan menjadi sekitar tiga tahun pada 2030.

Upaya tersebut menunjukkan bahwa percepatan pengembangan kendaraan menjadi salah satu fokus sejumlah produsen otomotif Jepang.

Persaingan dengan China Dorong Reformasi Industri Mobil Jepang

Produsen otomotif Jepang menghadapi tantangan dari perusahaan China yang memiliki kemampuan lebih cepat dalam memperkenalkan model kendaraan baru.

Kecepatan peluncuran produk menjadi salah satu faktor yang diperhatikan perusahaan untuk menyesuaikan kendaraan dengan perubahan permintaan konsumen.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, produsen Jepang menyiapkan strategi yang berbeda sesuai kebutuhan masing-masing perusahaan.

Nissan mengutamakan penggunaan platform bersama, Honda memanfaatkan kecerdasan buatan, sedangkan Toyota berfokus pada efisiensi produksi dan penyederhanaan suku cadang.

Suzuki dan Mitsubishi juga menetapkan target pemangkasan waktu pengembangan agar dapat menghadirkan kendaraan baru lebih cepat.

Berbagai langkah tersebut diarahkan untuk memperpendek proses pengembangan, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat daya saing produsen mobil Jepang di pasar global.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026