HOME  ⁄  Otomotif

Volkswagen Berencana Pangkas 12.000 Pekerja Tambahan hingga 2030, Serikat Buruh Ancam Mogok Mulai 2027

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Volkswagen Berencana Pangkas 12.000 Pekerja Tambahan hingga 2030, Serikat Buruh Ancam Mogok Mulai 2027
Foto: Pabrik milik Volkswagen (VW) di Dresden, Jerman, yang dikenal sebagai Pabrik Transparan, menjadi salah satu fasilitas ikonik merek tersebut karena desainnya yang unik.

Pantau - Produsen otomotif asal Jerman, Volkswagen (VW), dilaporkan berencana memangkas 12.000 pekerja tambahan hingga 2030 sebagai bagian dari program penghematan biaya perusahaan, di luar rencana pengurangan lebih dari 35.000 posisi yang telah disepakati sebelumnya.

Rencana tersebut dilaporkan surat kabar Jerman Bild, sebagaimana dikutip Sputnik/RIA Novosti, Minggu (25/10/2026).

Manajemen Volkswagen disebut akan menjalankan pengurangan tenaga kerja melalui pendekatan yang mempertimbangkan dampak sosial terhadap karyawan.

Namun, rencana tersebut mendapat respons dari serikat pekerja IG Metall yang mengancam akan menggelar aksi mogok mulai 2027.

Volkswagen Siapkan Pengurangan 12.000 Pekerja Tambahan

Volkswagen tengah menyiapkan langkah efisiensi baru dengan merencanakan pengurangan sebanyak 12.000 pekerja hingga 2030.

Pemangkasan tersebut merupakan tambahan dari program optimalisasi tenaga kerja yang telah memperoleh persetujuan sebelumnya.

Dalam kesepakatan terdahulu, perusahaan telah merencanakan penghapusan lebih dari 35.000 posisi.

Dengan adanya rencana baru, jumlah posisi yang masuk dalam dua program pengurangan tenaga kerja tersebut berpotensi melampaui 47.000.

Meski demikian, rencana pemangkasan tambahan masih dilaporkan sebagai bagian dari kebijakan yang sedang disiapkan perusahaan.

Laporan tersebut belum merinci lokasi pabrik, divisi, maupun jumlah pekerja yang akan terdampak di masing-masing fasilitas Volkswagen.

Perusahaan Siapkan Pelatihan Ulang bagi Karyawan

Manajemen Volkswagen dilaporkan berencana melaksanakan pengurangan tenaga kerja melalui mekanisme yang disebut bertanggung jawab secara sosial.

Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah memberikan kesempatan kepada karyawan untuk mengikuti program pelatihan ulang.

Program tersebut akan mendapatkan dukungan dari Pemerintah Jerman sebagai bagian dari upaya membantu pekerja menghadapi perubahan kebutuhan tenaga kerja.

Pelatihan ulang dimaksudkan untuk memberikan keterampilan baru kepada karyawan yang terdampak penyesuaian tenaga kerja.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari rencana perusahaan untuk menjalankan efisiensi biaya dengan mempertimbangkan kondisi pekerja.

Namun, laporan yang tersedia belum menjelaskan jumlah peserta pelatihan, jenis keterampilan yang akan diberikan, maupun mekanisme penempatan kerja setelah program selesai.

Serikat Pekerja IG Metall Ancam Mogok Mulai 2027

Rencana pengurangan tenaga kerja tambahan mendapat penolakan dari serikat pekerja IG Metall.

Serikat pekerja tersebut mengancam akan menggelar aksi mogok di Volkswagen mulai 2027.

Ancaman itu muncul menjelang perundingan resmi mengenai kesepakatan kerja bersama antara pihak terkait.

Perundingan dijadwalkan berlangsung pada 24 November 2026.

Pembahasan tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam hubungan industrial antara manajemen Volkswagen dan perwakilan pekerja.

Hingga laporan tersebut disampaikan, belum ada informasi mengenai kesepakatan baru yang dicapai kedua pihak terkait rencana pemangkasan tambahan.

Larangan Aksi Mogok Berakhir pada 31 Desember 2026

Dalam hubungan industrial di Jerman, terdapat ketentuan yang disebut Friedenspflicht atau kewajiban damai.

Ketentuan tersebut membatasi pelaksanaan aksi mogok selama periode tertentu dalam hubungan perundingan ketenagakerjaan.

Menurut laporan yang dikutip, masa kewajiban damai tersebut akan berakhir pada 31 Desember 2026.

Dengan berakhirnya periode tersebut, IG Metall telah menyampaikan ancaman untuk melakukan aksi mogok mulai 2027.

Namun, pelaksanaan aksi mogok belum dapat dipastikan karena masih bergantung pada perkembangan perundingan dan keputusan serikat pekerja.

Situasi tersebut menempatkan perundingan pada 24 November sebagai agenda penting sebelum berakhirnya masa kewajiban damai.

Rencana Efisiensi Volkswagen Masih Menunggu Perkembangan Perundingan

Rencana pemangkasan tenaga kerja Volkswagen menjadi bagian dari langkah perusahaan dalam menekan biaya operasional hingga 2030.

Program pengurangan tambahan sebanyak 12.000 pekerja akan berjalan di luar kebijakan sebelumnya yang mencakup lebih dari 35.000 posisi.

Di sisi lain, manajemen dilaporkan menyiapkan pendekatan pengurangan tenaga kerja yang disertai peluang pelatihan ulang dengan dukungan pemerintah.

Serikat pekerja IG Metall tetap menyampaikan ancaman mogok apabila persoalan ketenagakerjaan tidak terselesaikan.

Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada hasil perundingan kesepakatan kerja bersama dan keputusan pihak-pihak yang terlibat.

Hingga kini, belum ada kepastian mengenai pelaksanaan seluruh rencana pemangkasan tambahan maupun jumlah pekerja yang akhirnya akan terdampak.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026