
Pantau - Tim Pengawas Haji DPR RI menyoroti kasus jemaah haji Indonesia yang hilang lalu ditemukan meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi.
Jemaah yang meninggal diketahui bernama Firdaus Akhlan dari Kelompok Terbang JKG 27.
Anggota Timwas Haji sekaligus Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menyampaikan rasa prihatin atas peristiwa tersebut.
Menurutnya, kejadian itu menunjukkan masih adanya kelemahan dan pengabaian dalam sistem pengawasan jemaah haji di lapangan.
“Ini tentu bagi kita sangat prihatin dan miris. Ada jemaah yang hilang, begitu diketemukan sudah dalam keadaan meninggal. Kalau terkait dengan nyawa manusia, rasa-rasanya kok seperti terabaikan,” ungkap Marwan.
Ia menyayangkan insiden tersebut masih terjadi meski pemerintah telah mengirim banyak petugas terlatih untuk melayani jemaah haji di Tanah Suci.
“Padahal kita punya petugas yang dikirim ke sini dan terlatih. Ada jemaah tersesat, tidak tahu kembali seperti apa, itulah yang membuat kita miris. Urusan meninggal memang bukan urusan kita (takdir), tapi urusan meninggal karena kelalaian, wah itu memprihatinkan sekali. Ini tidak boleh terjadi,” tegasnya.
Minta Pengawasan Lansia Diperketat
Marwan meminta para petugas haji lebih cermat dalam memetakan kondisi fisik dan mental setiap jemaah.
Ia menekankan perlunya pemilahan jelas antara jemaah yang mandiri dan jemaah yang membutuhkan pendampingan khusus, terutama kelompok lanjut usia atau lansia.
“Saya mengimbau para petugas kita harus cermat dan dipilah-pilah. Mana yang kategori didampingi terus, ya harus didampingi. Masa dibiarkan lansia bergerak sendiri? Tidak bisa bertanya, tidak bisa membaca, bahkan kemampuan untuk bergerak sudah tidak memungkinkan,” katanya.
Waspadai Kepadatan di Armuzna
Timwas DPR RI juga mengingatkan agar tragedi jemaah tersesat tidak kembali terjadi menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna.
Menurut Marwan, kepadatan jemaah di lokasi tersebut akan jauh lebih ekstrem dibanding kondisi saat ini.
Karena itu, seluruh petugas haji diminta meningkatkan kesiapsiagaan penuh selama pelaksanaan ibadah.
“Ini tidak boleh terjadi lagi, apalagi besok. Karena di Arafah suasananya seperti lautan manusia, begitu juga di Muzdalifah dan di Mina menuju Jamarat. Ini harus hati-hati, para petugas diaktifkan, semua disiapkan agar tidak ada lagi jemaah yang tersesat,” tegas Marwan.
- Penulis :
- Gerry Eka





