HOME  ⁄  Pantau Haji

Jamaah Haji Asal Jambi Wafat di Makkah akibat Gangguan Jantung dan Krisis Tiroid

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Jamaah Haji Asal Jambi Wafat di Makkah akibat Gangguan Jantung dan Krisis Tiroid
Foto: (Sumber: Satu Jamaah haji asal Jambi dikabarkan meninggal dunia di Tanah Suci Makkah. Pernyataan itu disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi Wahyudi Abdul Wahab di Jambi, Minggu (24/5/2026). ANTARA/Agus Suprayitno.)

Pantau - Seorang calon haji asal Jambi bernama Asniyati Ahmad Bawari wafat di Rumah Sakit King Faisal, Makkah, Arab Saudi, pada Sabtu 23 Mei 2026 pukul 22.36 Waktu Arab Saudi.

Jamaah Haji Asal Sarolangun Meninggal di Tanah Suci

Asniyati Ahmad Bawari diketahui berusia 52 tahun dan berasal dari Kabupaten Sarolangun, Jambi.

Almarhumah tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) BTH 24.

Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Jambi Wahyudi Abdul Wahab menyampaikan duka cita atas wafatnya jamaah tersebut.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Kami atas nama seluruh petugas dan panitia penyelenggara ibadah haji menyampaikan rasa duka cita yang amat mendalam atas wafatnya Ibu Asniyati Ahmad Bawari di Makkah. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT, diampuni segala khilafnya, dan wafat dalam keadaan husnul khatimah sebagai pahlawan haji,” ujar Wahyudi.

Almarhumah Meninggal akibat Syok Kardiogenik

Berdasarkan surat kematian dari Indonesian Medical Mission, almarhumah meninggal akibat syok kardiogenik atau gagal pompa jantung.

Kondisi tersebut dipicu gangguan irama jantung atau aritmia yang berasal dari krisis hormon tiroid atau thyroid storm.

Selain itu, almarhumah juga memiliki riwayat Diabetes Melitus (DM) yang memperberat kondisi fisiknya sebelum wafat.

Pihak Kementerian Haji dan Umrah menyebut kepergian almarhumah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan petugas haji.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi Jambi juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.

Saat ini, tim medis Indonesian Medical Mission dan pihak berwenang masih berkoordinasi dengan rumah sakit di Makkah untuk proses pengurusan jenazah dan pemakaman di Tanah Suci.

“Bagi keluarga yang ditinggalkan di Sarolangun, semoga diberikan ketabahan dan keikhlasan yang luas dalam menghadapi ujian ini,” kata Wahyudi.

Penulis :
Gerry Eka