
Pantau - BPI Danantara mempercepat reaktivasi tambang batu bara Ombilin di Sawahlunto, Sumatera Barat, dengan potensi penyerapan sekitar seribu tenaga kerja pada tahun 2026.
Percepatan tersebut mengemuka setelah Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penandatanganan kerja sama antara BPI Danantara dan Arm Limited di London, Inggris, pada Senin 23 Februari 2026.
Chief Operating Officer BPI Danantara, Dony Oskaria, meminta agar reaktivasi tambang tidak menunggu hingga tahun depan dan dapat dilakukan secepatnya pada tahun ini.
Ia menegaskan, "Sekarang (2026) saja," sebagai dorongan agar proses percepatan segera direalisasikan.
PT Bukit Asam Tbk menyampaikan bahwa proses pembukaan kembali tambang masih berada pada tahap pengurusan dokumen penting.
Direktur Operasional PT Bukit Asam Tbk, Ilham Yacob, menyatakan, "Benar ada rencana kita mau aktifkan kembali tambang di Ombilin, saat ini sedang proses perizinan dan Amdal serta feasibility study (FS). Dokumen ini sangat penting, tanpa itu aktivitas tidak bisa dilakukan. Jika sudah dibuka, ekosistemnya akan terbentuk dan punya dampak ekonomi yang bagus,".
Corporate Secretary PT Bukit Asam Tbk, Eko Prayitno, menambahkan bahwa aktivitas penambangan baru dapat dilakukan setelah seluruh dokumen teknis dan persetujuan pemerintah rampung.
Dokumen yang sedang diproses meliputi perizinan, analisis mengenai dampak lingkungan atau Amdal, serta feasibility study atau FS yang mencakup aspek teknis, analisis biaya, operasional, kesiapan tenaga kerja, legalitas, regulasi, serta lingkungan.
Jika tambang kembali beroperasi, baik tambang terbuka maupun tambang dalam, maka sekitar seribu tenaga kerja berpotensi terserap.
Potensi cadangan tambang terbuka di Ombilin diperkirakan mencapai sekitar 2 juta ton, sedangkan cadangan tambang dalam diperkirakan mencapai sekitar 100 juta ton.
Tambang Tertua dan Potensi Ekonomi Sawahlunto
Tambang Ombilin merupakan salah satu tambang batu bara tertua di Indonesia yang aktivitasnya menurun tajam dalam sekitar 25 tahun terakhir.
Penurunan aktivitas tersebut sempat memicu kekhawatiran terhadap masa depan perekonomian Sawahlunto.
Rencana pembukaan kembali tambang ini telah beberapa kali muncul sebelumnya, termasuk adanya minat dari investor asing, namun belum terealisasi hingga kini.
Ilham Yacob menyatakan, "Jika sudah dibuka, ekosistemnya akan terbentuk dan punya dampak ekonomi yang bagus".
Jejak Sejarah dan Infrastruktur Kolonial
Secara historis, deposit batu bara Ombilin ditemukan oleh peneliti Belanda Willem Hendrik de Greve pada 1867–1868 dan kemudian dicatat lebih lanjut oleh RDM Verbeek.
Tambang Ombilin resmi dibuka oleh pemerintah Hindia Belanda pada 28 Desember 1891 yang diiringi pembangunan jaringan kereta api.
Pembangunan tersebut juga mencakup Pelabuhan Emmahaven atau Telukbayur serta kawasan industri lain yang memicu proses industrialisasi di Sumatera Barat.
- Penulis :
- Leon Weldrick







