Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Pertambangan

Antam Perluas Ekspansi Emas ke Arab Saudi dan Perkuat Proyek Bauksit Nasional

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Antam Perluas Ekspansi Emas ke Arab Saudi dan Perkuat Proyek Bauksit Nasional
Foto: Ilustrasi - Seorang petugas berjaga didalam terowongan tempat penggalian emas di lokasi penambangan PT Aneka Tambang (Antam) UBP Emas Pongkor, Nanggung, Bogor, Jabar (sumber: FOTO ANTARA/Jafkhairi)

Pantau - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menegaskan komitmennya memperluas strategi pengembangan sumber daya emas dengan menjajaki eksplorasi luar negeri, termasuk di Arab Saudi.

Direktur Utama Antam Untung Budiharto menyampaikan perusahaan telah mendaftarkan diri dalam lelang blok prospek emas di negara tersebut.

"Antam saat ini sedang menjajaki peluang eksplorasi luar negeri yang kami lakukan saat ini di Arab Saudi," ungkapnya.

Antam diketahui telah terlibat dalam proses penawaran untuk memperoleh blok eksplorasi baru di Arab Saudi meski proses lelang mengalami penundaan akibat kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Langkah ekspansi ini dilakukan sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk menyeimbangkan optimalisasi aset yang sudah ada dengan pencarian peluang pertumbuhan baru.

Ekspansi dan Strategi Eksplorasi

Selain ekspansi luar negeri, Antam tetap menjalankan eksplorasi organik di wilayah izin usaha pertambangan yang telah dimiliki.

Perusahaan juga berpartisipasi dalam lelang Wilayah Izin Usaha Pertambangan emas yang diselenggarakan pemerintah.

Antam turut menjalin kerja sama joint venture dengan Badan Geologi untuk mengidentifikasi potensi wilayah baru di dalam negeri.

Penguatan Bisnis Bauksit dan Proyek SGAR

Di sektor non-emas, Antam memperkuat bisnis bauksit melalui proyek Smelter Grade Alumina Refinery fase 2 yang dikerjakan bersama PT Indonesia Asahan Aluminium atau Inalum.

Proyek ini terintegrasi dengan rencana pembangunan smelter aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat.

Struktur bisnis SGAR dirancang untuk memastikan kesinambungan rantai pasok domestik dari bijih bauksit hingga produksi aluminium.

Antam akan memasok bijih bauksit dalam jangka panjang untuk diolah menjadi alumina yang selanjutnya diproses menjadi aluminium di dalam negeri.

Sejumlah tahapan proyek telah dicapai mulai dari bankable feasibility study, final investment decision, kajian integrasi proyek, hingga persiapan tender dan EPC.

Proyek SGAR fase 2 ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada periode 2027 hingga 2028 sebagai bagian dari upaya memperkuat industri aluminium nasional.

Hingga September 2025, Antam mencatat laba bersih sebesar Rp6,6 triliun atau tumbuh 197 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara laporan keuangan audited full year 2025 masih dalam proses finalisasi oleh auditor.

Penulis :
Leon Weldrick