HOME  ⁄  Politik

Dudung Tegaskan Pancasila Harus Hadir dalam Perilaku, Bukan Sekadar Menjadi Hafalan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Dudung Tegaskan Pancasila Harus Hadir dalam Perilaku, Bukan Sekadar Menjadi Hafalan
Foto: Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman melakukan pertemuan dengan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) di Kantor Staf Kepresidenan, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Pantau - Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menegaskan Pancasila tidak cukup sekadar dihafalkan, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari oleh masyarakat, generasi muda, hingga aparatur negara.

"Anak-anak muda jangan hanya diminta menghafal lima sila. Mereka harus memahami bagaimana Pancasila bekerja dalam kehidupan nyata," kata Dudung dalam pernyataan tertulis yang diterima, Minggu (16/8/2026).

Menurut Dudung, penerapan Pancasila dapat diwujudkan dengan menghargai perbedaan, tidak mudah membenci orang lain, bermusyawarah saat berbeda pendapat, membantu kelompok lemah, berlaku adil, serta mengutamakan kepentingan bangsa.

Aparat Diminta Gunakan Kewenangan secara Adil

Dudung menilai nilai-nilai Pancasila juga harus tercermin dalam perilaku aparatur negara yang memiliki kewenangan langsung terhadap masyarakat.

Aparat, menurut dia, harus menggunakan kewenangan secara tegas tetapi tetap manusiawi, berani tanpa bertindak sewenang-wenang, serta menegakkan hukum dengan menjunjung keadilan dan martabat manusia.

"Bagi aparat, Pancasila harus terlihat dalam cara menggunakan kewenangan," ujarnya.

Ia mencontohkan pengamalan Pancasila dapat terlihat ketika pejabat memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat dan aparat menegakkan hukum secara adil.

"Pancasila jangan hanya berada di ruang kelas, di buku, di podium, atau dalam upacara. Pancasila harus hadir dalam perilaku," katanya.

Pancasila Dinilai Penting di Tengah Era Digital

Dudung menilai pengamalan Pancasila semakin penting di tengah keterbukaan informasi, perkembangan media sosial, dan perubahan pola pikir generasi muda.

Menurutnya, perkembangan teknologi membuat masyarakat semakin mudah berinteraksi dengan berbagai budaya, pemikiran, hingga ideologi dari berbagai penjuru dunia.

Keterbukaan tersebut dinilai tidak perlu ditakuti, tetapi harus diimbangi dengan identitas kebangsaan yang kuat agar masyarakat dapat mengambil hal positif tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.

Dudung menekankan pembinaan dan pengamalan Pancasila bukan hanya menjadi tanggung jawab satu lembaga maupun ditujukan kepada pelajar dan generasi muda.

Pemerintah, sekolah, perguruan tinggi, keluarga, tokoh agama, tokoh masyarakat, TNI-Polri, media, serta seluruh komponen bangsa dinilai memiliki tanggung jawab bersama dalam mengamalkan Pancasila.

"Kekuatan terbesar Indonesia adalah kemampuan kita menjaga persatuan di tengah keberagaman. Dan fondasi untuk menjaga persatuan itu adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan semangat Bhinneka Tunggal Ika," ujarnya.

Penulis :
Gerry Eka