Pantau Flash
HOME  ⁄  Sepakbola

Juventus Bidik Sapu Bersih Grup G, Yildiz dan Conceicao Waspadai Manchester City

Oleh Balian Godfrey
SHARE   :

Juventus Bidik Sapu Bersih Grup G, Yildiz dan Conceicao Waspadai Manchester City
Foto: Juventus Bidik Sapu Bersih Grup G, Yildiz dan Conceicao Waspadai Manchester City

Pantau - Juventus mencatat dua kemenangan beruntun di Grup G Piala Dunia Antarklub 2025 dan kini memuncaki klasemen dengan enam poin, tetapi laga terakhir kontra Manchester City dipandang sebagai ujian terberat mereka di fase grup.

Dua Kemenangan Meyakinkan, Tapi Belum Aman

Dua kemenangan besar diraih Juventus atas Al Ain dengan skor telak 5-0 dan Wydad AC dengan skor 4-1.

Hasil tersebut menempatkan Bianconeri di puncak klasemen Grup G dengan enam poin dari dua laga.

Meski demikian, Juventus belum sepenuhnya aman.

Mereka bisa mengamankan tiket ke babak 16 besar lebih awal jika Manchester City tidak kalah dari Al Ain.

Namun, skenario itu belum pasti dan Juventus tetap harus menghadapi City pada pertandingan terakhir fase grup.

Laga penentuan tersebut akan mempertemukan dua tim unggulan yang sama-sama berpeluang lolos dan berpotensi menghadapi Real Madrid di babak 16 besar.

Pemain Juventus Siap Tempur Hadapi Laga Berat

Francisco Conceicao menyebut pertandingan melawan Wydad AC sebagai laga yang sulit dan memperkirakan laga kontra Manchester City akan jauh lebih berat.

“Ini jelas merupakan pertandingan yang sulit melawan tim (Wydad) yang sangat tangguh. Ada banyak pelanggaran, tetapi kami berhasil menunjukkan permainan terbaik. Sekarang pertandingan yang sangat sulit menanti kami melawan Manchester City,” ungkapnya.

Sementara itu, Kenan Yildiz juga menegaskan bahwa Juventus tidak boleh lengah menghadapi tim sekelas Manchester City.

“Kami tahu bahwa pertandingan yang sangat sulit menanti. Kami harus menanggapi pertandingan itu dengan serius,” ujarnya.

Pertandingan Juventus vs Manchester City akan menjadi penentuan siapa yang keluar sebagai juara grup dan siapa yang mungkin harus menghadapi raksasa lain seperti Real Madrid di fase gugur.

Penulis :
Balian Godfrey