
Pantau - Pelatih Arsenal Mikel Arteta menegaskan timnya masih berada di posisi yang diinginkan dalam semua kompetisi musim ini meski mendapat kritik setelah hasil imbang 2-2 melawan Wolverhampton Wanderers di Molineux pada Kamis 15 Februari.
Hasil tersebut membuka peluang bagi rival terdekat mereka, Manchester City, dalam perburuan gelar Liga Inggris musim ini.
Meski demikian, Arsenal masih memimpin klasemen dengan keunggulan lima poin atas tim asuhan Pep Guardiola.
Peluang Juara Masih Terbuka
Arteta menegaskan bahwa situasi timnya tetap terkendali dan sesuai target yang telah ditetapkan sejak awal musim.
“Kami berada tepat di tempat yang kami inginkan di setiap kompetisi, tetapi masih banyak yang harus dimainkan dan kami harus meraihnya seperti yang telah kami lakukan dalam tujuh atau delapan bulan terakhir,” ungkapnya.
Jika Arsenal mampu memenangi seluruh laga tersisa hingga akhir musim, mereka akan memastikan gelar Liga Inggris pertama sejak 2004.
Skenario serupa juga berlaku bagi Manchester City yang dijadwalkan menjamu Arsenal di Etihad Stadium pada April mendatang dalam laga yang berpotensi menentukan.
Keunggulan Arsenal di puncak klasemen bahkan bisa terpangkas menjadi dua poin saat menghadapi Tottenham Hotspur dalam derbi London Utara pada Minggu apabila Manchester City mengalahkan Newcastle United sehari sebelumnya.
Tanggapi Kritik dengan Tenang
Hasil imbang melawan Wolves memunculkan anggapan bahwa Arsenal kembali kesulitan menjaga konsistensi dalam perebutan gelar setelah tiga musim beruntun finis sebagai runner-up.
Secara keseluruhan, performa Arsenal musim ini tetap impresif karena selain memuncaki klasemen liga, mereka juga lolos ke final Carabao Cup, mencapai putaran kelima Piala FA, dan melaju ke fase gugur Liga Champions dengan rekor sempurna di fase grup.
Menanggapi kritik dari luar klub, Arteta memilih bersikap tenang dan menghormati berbagai pandangan yang muncul.
“Tidak, karena saya pikir setiap orang punya opini masing-masing, dan perspektif mereka adalah yang benar bagi mereka,” ujarnya.
Arteta menambahkan bahwa timnya akan mengubah kekecewaan atas hasil melawan Wolves menjadi motivasi tambahan saat menghadapi Spurs.
“Itulah yang kami coba lakukan. Reaksi pertama tentu rasa sakit, lalu setelah itu berpikir, ‘Apa yang bisa saya lakukan tentang ini?’ Tidak ada hal lain yang perlu kami lakukan. Sekarang kami harus tampil di lapangan. Pesannya sudah jelas,” katanya.
- Penulis :
- Aditya Yohan







