Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Sepakbola

Kontroversi Jersi Senegal Tanpa Bintang Kedua, Gelar Piala Afrika 2025 Dipersoalkan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Kontroversi Jersi Senegal Tanpa Bintang Kedua, Gelar Piala Afrika 2025 Dipersoalkan
Foto: (Sumber: Penyerang Timnas Senegal Sadio Mane (10) merayakan keberhasilannya mencetak gol ke gawang Timnas Mesir pada pertandingan semifinal Piala Afrika 2025 di Stadion Grand Stade de Tangier, Tangier, Maroko, Rabu (14/1/2025) waktu setempat. x.com/@CAF_Online.)

Pantau - Jersi tim nasional Senegal untuk Piala Dunia 2026 tidak akan menampilkan bintang kedua menyusul kontroversi pencabutan gelar Piala Afrika 2025 oleh Konfederasi Sepak Bola Afrika.

Alasan Jersi Tanpa Bintang Kedua

Produsen Puma merilis jersi Senegal dengan hanya satu bintang yang merujuk pada gelar Piala Afrika 2021.

Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) menjelaskan keputusan tersebut berkaitan dengan waktu produksi yang telah dimulai sebelum turnamen berlangsung.

“FSF ingin mengklarifikasi situasi terkait reaksi atas peluncuran jersi baru tim nasional yang hanya menampilkan satu bintang,” ungkap federasi.

“Produksi jersi ini telah dimulai sejak Agustus 2025 oleh pemasok kami Puma sebelum Piala Afrika terakhir berlangsung. Setelah kemenangan kami tenggat produksi dan kendala industri membuat proses tersebut tidak dapat dihentikan,” lanjutnya.

FSF memastikan jersi dengan dua bintang tetap akan dirilis pada September mendatang.

Sengketa Gelar Piala Afrika 2025

Senegal sebelumnya mengalahkan Maroko 1-0 pada final Piala Afrika 2025.

Namun hasil tersebut dibatalkan dan Senegal dinyatakan kalah walkover karena dianggap melanggar regulasi setelah meninggalkan lapangan.

Maroko kemudian ditetapkan sebagai juara turnamen.

Federasi Senegal menilai keputusan tersebut tidak adil dan berencana mengajukan banding ke Court of Arbitration for Sport.

Pemerintah Senegal juga mendorong investigasi terhadap dugaan korupsi di tubuh CAF.

Pada Piala Dunia 2026, Senegal tergabung di Grup I bersama Prancis, Norwegia, dan pemenang play off antarkonfederasi.

Penulis :
Gerry Eka