HOME  ⁄  Sepakbola

Mourinho Kecam RFEF soal Sanksi Vinicius Junior, Real Madrid Bangkit Dramatis Kalahkan AS Roma 4-3

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Mourinho Kecam RFEF soal Sanksi Vinicius Junior, Real Madrid Bangkit Dramatis Kalahkan AS Roma 4-3
Foto: Penyerang Real Madrid Vinicius Junior (sumber: x.com/realmadrid)

Pantau - Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, melontarkan kritik keras terhadap Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) setelah sanksi larangan bermain empat pertandingan terhadap Vinicius Junior diumumkan sekitar dua jam sebelum laga Liga Champions 2026/2027 menghadapi AS Roma.

Mourinho menilai waktu pengumuman hukuman tersebut tidak tepat karena Real Madrid sedang mempersiapkan diri menghadapi pertandingan penting di Stadion Olimpico, Italia, Kamis (15/10/2026) waktu Indonesia bagian barat (WIB).

Dikutip dari laman resmi Real Madrid, Mourinho mengungkapkan kekecewaannya terhadap keputusan otoritas sepak bola Spanyol dengan menggunakan peribahasa dari Portugal.

“Di Portugal ada istilah, 'seekor kucing bersembunyi dengan ekor yang terlihat'. Sekarang, kucing itu tidak lagi bersembunyi, tapi bertindak terang-terangan tanpa rasa malu,” ujar Mourinho.

Pelatih asal Portugal tersebut menilai tindakan RFEF dalam mengumumkan hukuman terhadap Vinicius Junior menunjukkan sikap yang tidak menghormati pemain.

Mourinho bahkan menganggap keputusan tersebut berpotensi memberikan dampak buruk terhadap kondisi pemain, terlebih karena hukuman yang dijatuhkan tergolong berat.

Vinicius Junior Dihukum Empat Pertandingan Usai Jambak Rambut Pemain Villarreal

Vinicius Junior dijatuhi hukuman larangan bermain selama empat pertandingan setelah terlibat insiden dengan pemain Villarreal, Nathan Saliba.

Insiden tersebut terjadi dalam pertandingan Liga Spanyol antara Real Madrid dan Villarreal pada Minggu (11/10/2026).

Dalam pertandingan itu, Vinicius melakukan tindakan menjambak rambut Nathan Saliba hingga wasit mengeluarkan kartu merah kepada pemain asal Brasil tersebut.

Setelah kejadian tersebut, otoritas sepak bola Spanyol menjatuhkan sanksi tambahan berupa larangan tampil dalam empat pertandingan.

Mourinho tidak hanya mempersoalkan beratnya hukuman, tetapi juga mempertanyakan alasan pengumuman sanksi dilakukan ketika Real Madrid sedang bersiap menghadapi AS Roma.

Menurutnya, pengumuman keputusan disiplin hanya sekitar dua jam sebelum pertandingan penting bukan sesuatu yang normal dalam pengelolaan sepak bola profesional.

Mourinho Mengaku Baru Mengetahui Sanksi Vinicius di Dalam Bus

Mourinho mengungkapkan bahwa dirinya bersama anggota tim Real Madrid baru mengetahui keputusan RFEF ketika sedang berada di dalam bus menuju Stadion Olimpico.

Saat informasi mengenai hukuman Vinicius diterima, rombongan Real Madrid bahkan sudah hampir tiba di stadion untuk menjalani pertandingan Liga Champions.

“Apakah anda pikir normal, seorang pemain dari satu tim Spanyol, akan memainkan laga penting untuk sepak bola Spanyol, mengetahui hukuman larangan empat pertandingan dua jam sebelum laga? Kami baru mengetahui semuanya ketika berada di bus, saat kami hampir tiba di stadion. Bagi saya, itu tidak normal,” tutur Mourinho.

Mourinho menegaskan bahwa otoritas sepak bola seharusnya mempertimbangkan situasi pemain dan klub ketika menyampaikan keputusan yang berkaitan dengan hukuman disiplin.

Ia menilai pengumuman sanksi tersebut tidak menunjukkan penghormatan yang semestinya diberikan kepada Vinicius Junior.

Mourinho juga menyampaikan pesan kepada pendukung Real Madrid atau Madridistas agar memperhatikan persoalan yang terjadi terkait keputusan RFEF.

“Madridistas (suporter Madrid-red) tidak bodoh. Saya akan melakukan segalanya untuk membuka mata semua orang,” kata Mourinho.

Real Madrid Bangkit dari Ketertinggalan 1-3 dan Kalahkan AS Roma 4-3

Terlepas dari polemik hukuman Vinicius Junior, Real Madrid berhasil meraih kemenangan dramatis atas tuan rumah AS Roma dengan skor 4-3 dalam pertandingan Liga Champions 2026/2027.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Olimpico tersebut memperlihatkan kebangkitan Real Madrid setelah sempat tertinggal dua gol dari tim tuan rumah.

Vinicius Junior tampil sebagai pemain inti, tetapi tidak menyelesaikan pertandingan setelah Mourinho memutuskan menariknya keluar pada menit ke-59.

Penyerang asal Brasil tersebut digantikan oleh pemain muda Real Madrid, Endrick, ketika tim sedang tertinggal 1-3 dari AS Roma.

Pergantian tersebut menjadi salah satu momen penting dalam pertandingan karena Endrick kemudian memberikan kontribusi langsung terhadap dua gol Real Madrid.

Setelah masuk ke lapangan, Endrick membantu meningkatkan daya serang Real Madrid hingga tim mampu memperkecil ketertinggalan dan membalikkan keadaan.

Endrick Cetak Gol dan Assist, Rudiger Pastikan Kemenangan Real Madrid

Endrick menjadi salah satu pemain yang berperan penting dalam keberhasilan Real Madrid membalikkan keadaan melawan AS Roma.

Pada menit ke-82, penyerang muda tersebut memberikan umpan matang atau assist yang berhasil dimanfaatkan Carlos Espi untuk mencetak gol bagi Real Madrid.

Tiga menit berselang, tepatnya pada menit ke-85, Endrick kembali memberikan kontribusi dengan mencetak gol ke gawang AS Roma.

Gol tersebut membuat Real Madrid semakin dekat untuk menyelesaikan kebangkitan setelah sebelumnya tertinggal 1-3.

Real Madrid akhirnya memastikan kemenangan melalui gol yang dicetak bek Antonio Rudiger pada menit ke-90.

Gol Rudiger menjadi penentu kemenangan tim tamu dengan skor akhir 4-3 atas AS Roma di Stadion Olimpico.

Hasil tersebut memastikan Real Madrid meraih kemenangan setelah sempat berada dalam posisi tertinggal dua gol pada babak kedua.

Sementara itu, berdasarkan informasi dalam laporan pertandingan tersebut, Real Madrid berada di peringkat kedelapan klasemen sementara Liga Spanyol 2026/2027 dengan koleksi enam poin dari dua pertandingan.

Meski berhasil membawa Real Madrid meraih kemenangan dramatis, Mourinho tetap menyoroti keputusan RFEF yang mengumumkan hukuman empat pertandingan terhadap Vinicius Junior hanya sekitar dua jam sebelum laga Liga Champions berlangsung.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026