
Pantau - Garudayaksa FC Women menyatakan kesiapan menghadapi Liga Putri Indonesia atau Indonesia Women's League 2026 yang akan dimulai pada Minggu (18/10/2026), dengan menghadapi Persita Women dalam pertandingan pembuka di Stadion Madya Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.
Menjelang pertandingan perdana, Garudayaksa FC Women terus mematangkan persiapan dengan menunjuk Serena Francis sebagai manajer tim untuk mendukung program pelatih kepala Yopie Riwoe.
Meski menempatkan timnya sebagai bukan unggulan atau underdog, Garudayaksa FC Women tetap berambisi memberikan persaingan dan meraih hasil terbaik dalam kompetisi sepak bola putri nasional tersebut.
Serena menegaskan bahwa status bukan unggulan tidak menjadi alasan bagi tim untuk membatasi target maupun semangat dalam menghadapi klub-klub peserta lainnya.
Garudayaksa FC Women Andalkan Kekompakan Meski Berstatus Underdog
Manajer Garudayaksa FC Women, Serena Francis, menyatakan siap mendukung strategi dan arah pengembangan tim yang telah disiapkan pelatih kepala Yopie Riwoe.
Menurut Serena, pelatih memiliki tanggung jawab meramu kekuatan dan strategi permainan di lapangan, sedangkan manajemen memastikan seluruh kebutuhan pendukung tim dapat terpenuhi.
Ia menilai status underdog dapat menjadi kesempatan bagi para pemain untuk tampil tanpa tekanan berlebihan sekaligus menunjukkan kemampuan terbaik saat menghadapi lawan.
"Status underdog bukan batas ambisi. Coach Yopie meramu kekuatan di lapangan, kami memastikan dukungan di belakangnya. Merajut talenta berarti membangun kepercayaan, kekompakan, dan kesempatan agar setiap pemain berani menunjukkan kemampuan terbaiknya," katanya dalam keterangan resmi, Kamis (15/10/2026).
Serena menekankan bahwa kepercayaan diri dan kekompakan menjadi bagian penting dalam membangun kekuatan Garudayaksa FC Women sepanjang kompetisi.
Selain mempersiapkan strategi pertandingan, manajemen juga berupaya menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan kemampuan setiap pemain.
Garudayaksa FC Women berharap kerja sama antara pelatih, pemain, dan manajemen dapat menjadi modal untuk menghadapi persaingan dengan lima klub lainnya.
Serena Francis Bawa Pengalaman Manajemen Sepak Bola ke Garudayaksa
Penunjukan Serena Francis sebagai manajer Garudayaksa FC Women dilakukan untuk memperkuat pengelolaan tim menjelang bergulirnya Liga Putri Indonesia 2026.
Serena memiliki pengalaman dalam pengelolaan tim dan pembinaan sepak bola, baik di tingkat akademi maupun kegiatan internasional.
Sejak 2021, Serena menjabat sebagai CEO sekaligus manajer tim Bintang Timur Academy yang berbasis di Atambua, Nusa Tenggara Timur.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari latar belakangnya dalam menjalankan tugas manajemen dan mendukung pengembangan pemain sepak bola.
Selain berkiprah di Bintang Timur Academy, Serena pernah menjadi asisten manajer tim Indonesia U16 dalam ajang Barcelona Football Festival di Spanyol pada 2023.
Pengalaman di tingkat akademi dan kompetisi internasional tersebut menjadi bekal bagi Serena dalam menjalankan tanggung jawab bersama Garudayaksa FC Women.
Serena menyampaikan bahwa timnya tidak hanya berfokus pada hasil pertandingan, tetapi juga ingin menunjukkan perkembangan sepanjang kompetisi berlangsung.
Menurutnya, peningkatan kualitas permainan dan kekompakan tim menjadi tujuan penting yang ingin dicapai melalui kerja sama seluruh anggota tim.
"Kami ingin tumbuh dalam setiap pertandingan. Dengan tim yang solid dan semangat pantang menyerah, kami siap memperjuangkan hasil terbaik sekaligus membuka ruang lebih luas bagi perempuan untuk berprestasi melalui sepak bola," tambahnya.
Garudayaksa FC Women juga ingin menjadikan keikutsertaan dalam kompetisi sebagai bagian dari upaya memperluas kesempatan bagi perempuan untuk mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi melalui sepak bola.
Liga Putri Indonesia 2026 Diikuti Enam Klub dan Berlangsung 17 Pekan
Liga Putri Indonesia 2026 dijadwalkan berlangsung selama 17 pekan dengan total 49 pertandingan hingga 30 Januari 2027.
Kompetisi sepak bola putri tersebut akan diikuti enam klub, yakni Garudayaksa FC, Persita, Persikad, Dewa United Banten FC, Persija Jakarta, dan FC Bekasi City.
Keenam tim akan bersaing dalam babak reguler menggunakan format triple round robin atau sistem pertemuan tiga kali antartim.
Melalui format tersebut, setiap klub akan menghadapi lima tim lainnya sebanyak tiga kali sepanjang babak reguler.
Dengan demikian, masing-masing peserta akan menjalani 15 pertandingan untuk menentukan posisi dalam klasemen.
Babak reguler dijadwalkan berlangsung selama 15 pekan dengan total 45 pertandingan.
Hasil pertandingan pada fase tersebut akan menentukan empat tim terbaik yang berhak melanjutkan persaingan ke babak semifinal.
Empat klub yang menempati posisi teratas klasemen akhir akan memperoleh kesempatan memperebutkan gelar juara Liga Putri Indonesia 2026.
Empat Tim Terbaik Berebut Tiket Final Liga Putri Indonesia
Babak semifinal Liga Putri Indonesia 2026 akan mempertemukan tim peringkat pertama klasemen reguler dengan tim peringkat keempat.
Sementara itu, tim yang menempati peringkat kedua akan menghadapi tim peringkat ketiga untuk memperebutkan tiket menuju pertandingan final.
Dua tim pemenang semifinal akan melaju ke partai puncak untuk memperebutkan gelar juara.
Adapun dua tim yang kalah pada babak semifinal akan kembali bertanding dalam laga perebutan tempat ketiga.
Dengan format tersebut, kompetisi akan mempertandingkan 45 laga pada babak reguler dan empat pertandingan pada fase penentuan peringkat akhir.
Secara keseluruhan, Liga Putri Indonesia 2026 akan menggelar 49 pertandingan hingga kompetisi berakhir pada 30 Januari 2027.
Garudayaksa FC Women Hadapi Persita dalam Pertandingan Perdana
Garudayaksa FC Women dijadwalkan menjalani pertandingan pertama melawan Persita Women pada Minggu (18/10/2026) di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta.
Pertandingan tersebut sekaligus menjadi laga pembuka Liga Putri Indonesia musim 2026.
Bagi Garudayaksa FC Women, pertemuan dengan Persita menjadi kesempatan awal untuk mengukur kesiapan tim setelah menjalani berbagai persiapan menjelang kompetisi.
Dengan dukungan manajer Serena Francis dan pelatih kepala Yopie Riwoe, Garudayaksa FC Women berupaya membangun tim yang solid dan percaya diri meskipun memulai persaingan dengan status bukan unggulan.
Tim tersebut juga menargetkan perkembangan kemampuan pemain dalam setiap pertandingan sebagai bagian dari persiapan menghadapi persaingan sepanjang musim.
Keikutsertaan Garudayaksa FC Women dalam Liga Putri Indonesia 2026 diharapkan dapat memberikan kesempatan lebih luas bagi pesepak bola perempuan untuk memperoleh pengalaman bertanding, meningkatkan kemampuan, dan meraih prestasi di tingkat nasional.
- Penulis :
- Leon Weldrick




