
Pantau - Platform konferensi daring Zoom bekerja sama dengan World untuk menghadirkan sistem verifikasi identitas peserta rapat guna mencegah penyamaran menggunakan teknologi deepfake yang kian marak.
Ancaman Deepfake Picu Kerugian Besar
Kolaborasi ini muncul di tengah meningkatnya kasus penipuan berbasis deepfake dalam rapat virtual yang merugikan perusahaan secara signifikan.
Salah satu kasus besar terjadi pada 2024 ketika perusahaan teknik Arup kehilangan 25 juta dolar AS akibat rapat video yang ternyata dihadiri oleh deepfake AI.
Laporan industri juga mencatat kerugian akibat penipuan deepfake melampaui 200 juta dolar AS hanya dalam kuartal pertama tahun lalu.
Zoom dan World menilai metode deteksi saat ini masih terbatas karena hanya mengandalkan analisis visual pada video.
Teknologi Verifikasi “Verified Human”
Melalui kerja sama ini, World menghadirkan sistem World ID Deep Face yang memverifikasi identitas peserta melalui tiga tahap pemeriksaan.
Proses tersebut mencakup pencocokan data saat pendaftaran melalui perangkat Orb, pemindaian wajah langsung, serta tampilan video real-time saat rapat berlangsung.
Peserta yang lolos verifikasi akan mendapatkan label “Verified Human” pada profilnya.
Penyelenggara rapat juga dapat mengaktifkan ruang tunggu khusus agar semua peserta wajib melalui proses verifikasi sebelum bergabung.
“Integrasi ini merupakan bagian dari pendekatan ekosistem terbuka Zoom, yang memberi pelanggan lebih banyak cara untuk membangun kepercayaan dalam alur kerja mereka sesuai kebutuhan dan penggunaan yang paling penting bagi masing-masing pihak,” ungkap juru bicara Zoom Travis Isaman.
Selain Zoom, World juga diketahui bekerja sama dengan platform lain seperti Tinder dan Visa untuk memperluas penggunaan teknologi verifikasi manusia.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








