
Pantau - Perusahaan rintisan X Square Robot di Shenzhen, China, meluncurkan layanan pembersihan rumah berbasis kolaborasi manusia dan robot pada Maret 2026 dengan tarif 149 yuan untuk sesi tiga jam.
Layanan ini memadukan kerja robot dan petugas kebersihan, di mana robot menangani tugas dasar seperti memungut sampah dan merapikan barang, sementara manusia fokus pada pekerjaan detail serta interaksi dengan pelanggan.
Robot beroda dengan dua lengan mekanis tersebut dirancang untuk beroperasi di lingkungan rumah yang dinamis dan kompleks.
Petugas kebersihan Lei Xiaoli mengaku awalnya penasaran dengan teknologi tersebut, namun kini mulai terbiasa setelah lebih dari 20 kali bekerja bersama robot.
"Robot itu dapat mengidentifikasi sendiri area-area yang perlu dibersihkan, sehingga mengurangi beban kerja saya," ungkapnya.
Seorang pelanggan di Shenzhen juga menguji kemampuan robot dengan menyebar sampah rumah tangga, dan hasilnya dinilai memuaskan.
"Entah itu kulit pisang atau tulang ayam berukuran kecil, robot itu dapat mengenalinya dengan akurat, memungutnya, lalu membuangnya ke tempat sampah," tuturnya.
Meski dinilai efektif, robot masih memiliki keterbatasan seperti ukuran yang besar sehingga sulit menjangkau ruang sempit serta kecepatan kerja yang lebih lambat dibanding manusia.
Perusahaan mengakui teknologi tersebut masih perlu penyempurnaan, terutama dalam beradaptasi dengan kondisi rumah yang beragam.
Pakar AI Liu Shaoshan mengatakan, "Lingkungan rumah jauh lebih kompleks dan dinamis dibandingkan pabrik. Dalam arti tertentu, rumah merupakan medan uji coba terbaik bagi robot."
X Square Robot telah memperluas layanan ke Beijing dan menargetkan pengerahan 1.000 unit robot pada 2026.
Pasar robotik China diproyeksikan tumbuh dari 47 miliar dolar AS pada 2024 menjadi 108 miliar dolar AS pada 2028, dengan pertumbuhan signifikan pada robot layanan.
Ke depan, kolaborasi manusia dan robot diperkirakan akan semakin berkembang, terutama dalam sektor layanan rumah tangga dan perawatan lansia, seiring meningkatnya kebutuhan dan keterbatasan tenaga kerja.
- Penulis :
- Aditya Yohan





