
Pantau - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memastikan pembangunan infrastruktur teknologi diarahkan untuk memperkuat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) agar semakin terhubung dengan ekosistem digital dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan di Indonesia.
Direktur Ekosistem Media Kemkomdigi Farida Dewi Maharani mengatakan baru sekitar 40 persen dari total 60 juta UMKM di Indonesia yang telah masuk ke ekosistem digital.
“Transformasi digital UMKM dan koperasi desa tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Dibutuhkan sinergi kolektif agar UMKM bisa naik kelas, lebih adaptif, dan berkelanjutan,” kata Farida dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Infrastruktur Telekomunikasi Diperluas
Farida mengungkapkan Kemkomdigi telah membangun infrastruktur telekomunikasi secara masif di berbagai wilayah Indonesia.
Ia menyebut cakupan jaringan 4G saat ini telah menjangkau 98,95 persen populasi Indonesia, sementara layanan 5G sudah tersedia di 22 persen pusat ekonomi dan kawasan perkotaan.
“Penguatan infrastruktur ini kami arahkan agar koperasi desa dan UMKM semakin terkoneksi dengan internet, membuka akses pasar yang lebih luas, serta memperkuat daya saing daerah,” ungkapnya.
Menurut Farida, desa dan kelurahan memiliki potensi besar menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru apabila didukung konektivitas dan literasi digital yang memadai.
Simkopdes Jadi Fondasi Modernisasi Koperasi
Asisten Deputi Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi Riza Azmi mengatakan sebanyak 83 ribu KDKMP telah berdiri sejak diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada Juli 2025.
Riza menjelaskan seluruh koperasi tersebut dilengkapi Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa atau Simkopdes sebagai bagian dari modernisasi tata kelola koperasi.
“Sebagai wujud komitmen terhadap tata kelola yang modern, Simkopdes menjadi fondasi teknologi bagi Koperasi Merah Putih. Platform ini menjembatani transparansi, efisiensi operasional, dan kemudahan akses bagi seluruh anggota,” ujar Riza.
Sementara itu, jurnalis senior sekaligus akademisi Universitas Padjadjaran Abie Besman menilai pemberitaan koperasi desa perlu dikemas lebih menarik agar dekat dengan masyarakat.
“Berita harus punya denyut. Cari nilai beritanya, apa dampaknya bagi masyarakat, apa konfliknya, apa kebaruannya. Kalau tidak menarik, koperasi akan sulit ‘dijual’ ke publik,” kata Abie.
Abie menambahkan narasi koperasi selama ini masih terlalu seremonial sehingga kurang relevan di mata publik meski memiliki dampak sosial dan kemanusiaan yang kuat.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





