HOME  ⁄  Teknologi & Sains

AI Dinilai Jadi Kebutuhan Organisasi untuk Tetap Kompetitif dan Tangguh di Era Digital

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

AI Dinilai Jadi Kebutuhan Organisasi untuk Tetap Kompetitif dan Tangguh di Era Digital
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Hacker atau peretas mencoba membongkar keamanan siber. Pemerintah Indonesia menganggap banyak data pribadi yang dibocorkan Bjorka dari berbagai institusi bukanlah ancaman bagi negara dan data bersifat umum. (ANTARA/Shutterstock/am).)

Pantau - Country Leader Alcatel-Lucent Indonesia Novse Hardiman menilai teknologi Artificial Intelligence atau AI kini menjadi kebutuhan penting bagi organisasi untuk menjaga daya saing, kelincahan, dan ketangguhan bisnis di era digital.

Novse mengatakan organisasi yang mampu mengadopsi AI secara strategis akan lebih siap menghadapi transformasi bisnis dan perubahan lingkungan operasional yang semakin kompleks.

“Organisasi yang akan berhasil di masa depan adalah mereka yang mampu mengadopsi AI yang bermanfaat dalam mendukung transformasi bisnis dan meningkatkan kelincahan operasional,” ujar Novse dalam gelaran ALE AI Forum 2026 di Jakarta.

Menurut dia, organisasi perlu membangun infrastruktur digital yang cerdas, aman, terukur, dan berbasis data agar penerapan AI dapat berjalan optimal.

Infrastruktur AI Jadi Kunci Transformasi Digital

Novse menjelaskan portofolio Alcatel-Lucent yang didukung AI dirancang untuk membantu organisasi memodernisasi infrastruktur melalui manajemen jaringan cerdas, analitik canggih, otomatisasi, dan sistem komunikasi yang aman.

Penerapan teknologi tersebut dinilai mampu menyederhanakan operasional infrastruktur sekaligus meningkatkan visibilitas di seluruh lingkungan digital perusahaan.

Dengan dukungan infrastruktur berbasis AI, organisasi dapat mengoptimalkan kinerja pusat data, mengurangi kompleksitas operasional, memperkuat ketahanan digital, serta mempercepat adopsi AI dalam kegiatan bisnis.

Seiring meningkatnya volume data dan kompleksitas lingkungan digital, kebutuhan terhadap infrastruktur yang siap mendukung AI juga semakin penting untuk menjaga keamanan siber, keberlangsungan bisnis, dan keberlanjutan jangka panjang.

Investasi AI Diproyeksikan Terus Meningkat

Novse menilai kolaborasi antara penyedia teknologi, pelaku usaha, dan sektor publik diperlukan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia sekaligus mendorong pemanfaatan AI menjadi hasil bisnis yang terukur.

“Kami terus bekerja sama secara erat dengan pelanggan dan mitra untuk menghadirkan solusi yang fleksibel dan aman, guna mendukung organisasi di setiap tahap perjalanan transformasi digital mereka,” katanya.

Data Gartner menunjukkan belanja global untuk AI diproyeksikan mencapai 2,5 triliun dolar Amerika Serikat pada 2026 dan meningkat menjadi 3,3 triliun dolar AS pada 2027.

Infrastruktur AI diperkirakan menjadi komponen investasi terbesar, disusul layanan AI dan perangkat lunak berbasis AI.

Di Indonesia, investasi AI diproyeksikan berkontribusi hingga 366 miliar dolar AS terhadap produk domestik bruto nasional pada 2030 dengan dukungan sektor manufaktur, e-marketplace, dan layanan keuangan.

ALE AI Forum 2026 juga mempertemukan para pemimpin TIK, inovator, pengambil keputusan bisnis, dan mitra teknologi untuk membahas perkembangan AI, jaringan cerdas, serta teknologi data center modern di Indonesia.

Penulis :
Ahmad Yusuf