
Pantau - Program Jakarta Lawan Hoaks (Jalahoaks) yang dikelola Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik DKI Jakarta berhasil meraih predikat "Champion Project" dalam ajang internasional World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026.
Pencapaian tersebut menjadi prestasi penting bagi Jalahoaks dalam upaya melawan disinformasi dan meningkatkan literasi digital masyarakat.
Kepala Dinas Kominfotik DKI Jakarta Budi Awaluddin menjelaskan proses seleksi WSIS Prizes berlangsung secara ketat melalui sejumlah tahapan, mulai dari pengajuan proyek, nominasi, pemungutan suara publik (public voting), hingga penilaian akhir oleh tim ahli WSIS.
"Setelah tahap submit project, peserta yang lolos masuk nominasi akan mengikuti public voting. Hasil voting masyarakat kemudian di-review oleh tim WSIS. Dari proses itu dipilih proyek-proyek yang menjadi champion project," ungkap Budi Awaluddin.
Pertama Kali Masuk Kategori Champion Project
Budi menyebut keberhasilan tahun 2026 menjadi lompatan besar bagi Jalahoaks karena dalam dua tahun sebelumnya program tersebut hanya mampu mencapai tahap nominasi.
"Tahun ini untuk pertama kalinya Jalahoaks berhasil masuk sebagai champion project," katanya.
Menurut Budi, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari berbagai program literasi digital yang dijalankan secara berkelanjutan oleh Jalahoaks.
Selain melakukan klarifikasi terhadap informasi hoaks, Jalahoaks juga aktif menggelar kegiatan literasi digital, memproduksi konten edukatif di media sosial, dan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya disinformasi.
"Yang dilihat oleh WSIS bukan hanya proses mengklarifikasi hoaks, tetapi bagaimana sebuah inisiatif mampu meningkatkan awareness dan literasi digital masyarakat," ujarnya.
Wakili Indonesia di Forum WSIS 2026
Keberhasilan Jalahoaks juga mendapat dukungan dari Kementerian Komunikasi dan Digital melalui program Siberkreasi.
Dukungan tersebut mencakup monitoring proyek, pendampingan, serta pemberian masukan selama proses kompetisi WSIS Prizes 2026.
Budi menilai prestasi ini semakin memperkuat posisi Jakarta sebagai daerah yang aktif membangun ekosistem informasi digital yang sehat dan terpercaya.
Berdasarkan data penyelenggara, WSIS Prizes 2026 diikuti 1.595 proposal dari berbagai negara di dunia.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 360 proyek lolos ke tahap nominasi dan hanya 90 proyek yang terpilih sebagai champion project.
Indonesia berhasil meloloskan tiga proyek ke daftar champion project, yakni Jalahoaks milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta dua proyek lainnya dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Dalam kompetisi tersebut, Jalahoaks bersaing pada kategori "Ethical Dimensions of the Information Society" bersama empat proyek lain dari berbagai negara.
Seluruh peraih predikat champion project akan diundang menghadiri WSIS Forum 2026 yang berlangsung pada 6 hingga 10 Juli 2026 di Jenewa.
Dalam forum tersebut, penyelenggara akan mengumumkan 18 pemenang utama yang masing-masing mewakili satu kategori kompetisi.
- Penulis :
- Gerry Eka





