
Pantau - CATL menargetkan mulai melakukan produksi massal baterai sodium-ion pada akhir 2026 setelah mengklaim berhasil mengatasi berbagai hambatan utama dalam proses manufaktur teknologi tersebut.
Kepala Ilmuwan CATL, Wu Kai, mengatakan kendala inti dalam produksi baterai sodium-ion kini telah berhasil diselesaikan sehingga perusahaan mulai mempersiapkan produksi dalam skala besar.
Baterai sodium-ion dinilai berpotensi menjadi alternatif yang lebih murah dibandingkan baterai lithium-ion konvensional karena menggunakan natrium yang ketersediaannya jauh lebih melimpah.
Teknologi tersebut juga tidak bergantung pada mineral langka yang selama ini menjadi komponen penting dalam baterai kendaraan listrik.
Berdasarkan peta jalan perusahaan, CATL akan mengintegrasikan sistem baterai sodium-ion ke berbagai sektor transportasi dan energi.
Teknologi tersebut akan digunakan pada kendaraan penumpang dan kendaraan komersial.
Selain itu, baterai sodium-ion juga akan diterapkan pada jaringan pertukaran baterai (battery swapping).
Infrastruktur utilitas dan sistem penyimpanan energi turut menjadi bagian dari penerapan teknologi tersebut.
CATL memperkirakan kendaraan listrik yang menggunakan baterai sodium-ion mampu menempuh jarak hingga 600 kilometer dalam satu kali pengisian daya.
Di sisi lain, perusahaan tetap melanjutkan pengembangan teknologi baterai generasi berikutnya dengan fokus riset jangka panjang pada sistem baterai lithium-udara berdensitas energi tinggi.
Langkah menuju produksi massal dilakukan saat CATL masih mendominasi pasar baterai kendaraan listrik di China.
Berdasarkan data China EV DataTracker, CATL memasang baterai kendaraan listrik sebesar 29,06 GWh pada April 2026.
Volume tersebut memberikan pangsa pasar nasional sebesar 46,6 persen bagi perusahaan.
Dari total pemasangan tersebut, sebanyak 19,53 GWh berasal dari baterai lithium iron phosphate (LFP), sementara 9,53 GWh berasal dari baterai nikel-mangan-kobalt (NMC).
Pengembangan baterai sodium-ion akan menciptakan jalur produksi baru yang berjalan berdampingan dengan lini produksi LFP dan NMC yang telah lebih dahulu mapan.
Strategi tersebut menunjukkan upaya CATL untuk mendiversifikasi teknologi baterainya sekaligus mengurangi ketergantungan industri kendaraan listrik terhadap lithium.
Jika produksi massal berjalan sesuai rencana, baterai sodium-ion berpotensi menjadi salah satu terobosan penting dalam industri kendaraan listrik global karena menawarkan biaya produksi yang lebih rendah serta ketersediaan bahan baku yang lebih melimpah.
- Penulis :
- Gerry Eka





