HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Wisata Studi Robot Humanoid di China Kian Populer, Picu Minat Generasi Muda pada AI

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Wisata Studi Robot Humanoid di China Kian Populer, Picu Minat Generasi Muda pada AI
Foto: (Sumber : Seorang anak menari dengan robot di museum sains dan teknologi di Kota Jinhua, Provinsi Zhejiang, China timur, pada 2 Mei 2026. Masyarakat di seluruh negeri berbondong-bondong keluar rumah untuk menikmati liburan Hari Buruh selama lima hari, yang dimulai pada 1 Mei. (ANTARA/XInhua/Shi Kuanbing).)

Pantau - Pesatnya perkembangan industri robot humanoid di China memicu munculnya tren wisata studi berbasis teknologi yang menarik minat pelajar untuk mengenal kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) dan robotika secara langsung.

Pelajar Diajak Berinteraksi Langsung dengan Robot Humanoid

Program wisata studi robot humanoid berkembang di berbagai kota besar di China seperti Beijing, Hangzhou, Shenzhen, dan Shanghai.

Di Distrik Shijingshan, Beijing, pemerintah setempat meluncurkan program wisata studi teknologi yang memungkinkan pelajar menjadi "pelatih magang" robot humanoid melalui kegiatan pengumpulan data dan pengendalian robot secara langsung.

Pusat Pelatihan Data Robot Humanoid tersebut merupakan fasilitas terbesar di China dengan luas lebih dari 10.000 meter persegi dan menghasilkan lebih dari enam juta sampel data setiap tahun.

Di Hangzhou, para pelajar mendapatkan pengalaman mengoperasikan robot anjing, mengikuti pertandingan sepak bola robot, hingga berinteraksi dengan pendamping berbasis AI.

Sementara itu, Shenzhen mengembangkan program wisata industri bertajuk "Perhatian Anak-Anak Tertuju pada Manufaktur Pintar" yang mencakup sektor AI, robotika, dan semikonduktor.

Program tersebut juga menghadirkan robot humanoid ke ruang kelas tingkat K-12 melalui kerja sama antara STEMHUB dan EngineAI Robotics.

Industri Robot China Tumbuh Pesat

Meningkatnya popularitas wisata studi robot humanoid tidak terlepas dari pertumbuhan pesat industri robotika di China.

Menurut Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China, sektor embodied intelligence yang menjadi dasar pengembangan robot humanoid tumbuh lebih dari 50 persen per tahun.

Nilai pasar industri tersebut diproyeksikan melampaui satu triliun yuan atau sekitar 146,66 miliar dolar AS pada 2035.

Data resmi menunjukkan hingga akhir 2025 terdapat lebih dari 150 perusahaan robot humanoid yang beroperasi di China.

Pemerintah China juga menjadikan pengembangan embodied intelligence sebagai salah satu prioritas strategis nasional.

Pada November 2025, Kementerian Pendidikan China bersama enam lembaga pemerintah lainnya menerbitkan kebijakan penguatan pendidikan ilmu pengetahuan dan teknologi di sekolah dasar serta menengah.

Kebijakan tersebut menargetkan terbentuknya sistem pendidikan sains dan teknologi yang komprehensif pada 2030.

Pada 2035, China menargetkan terciptanya ekosistem pendidikan teknologi yang lengkap dengan penerapan pembelajaran berbasis proyek, riset, dan pendekatan lintas disiplin secara luas.

Salah satu peserta wisata studi di Shanghai, Zhang Zhenkun, mengaku terkesan setelah berinteraksi langsung dengan robot humanoid.

"Robot ini benar-benar canggih. Desainnya dekat dengan kehidupan sehari-hari namun sekaligus melampauinya," ungkap Zhang.

"Saya pasti akan menceritakan hal ini kepada teman-teman saya besok," tambahnya.

Penulis :
Aditya Yohan