HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Singapura Bentuk Institut Masa Depan Keuangan untuk Percepat Adopsi AI dan Tokenisasi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Singapura Bentuk Institut Masa Depan Keuangan untuk Percepat Adopsi AI dan Tokenisasi
Foto: (Sumber :Sebuah robot bermain sepak bola selama "RoboFest 2026: Meet Tomorrow, Today" di Science Centre Singapore, Singapura, 9 April 2026. RoboFest 2026 didedikasikan untuk robotika dan AI. ANTARA/Xinhua/Then Chih Wey..)

Pantau - Otoritas Moneter Singapura (Monetary Authority of Singapore/MAS) mengumumkan pembentukan Institut Masa Depan Keuangan (Future of Finance Institute/FFI) pada Kamis (25/6) guna mempercepat pengadopsian teknologi keuangan baru serta mendorong inovasi di seluruh sektor keuangan di Singapura.

Fokus pada AI dan Tokenisasi

FFI akan memulai kegiatannya dengan berfokus pada pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan tokenisasi sebagai dua bidang utama dalam transformasi sektor keuangan.

MAS menyatakan institut tersebut akan menjadi platform yang menghubungkan lembaga keuangan, perusahaan teknologi, dan peneliti sekaligus menyediakan sumber daya serta keahlian bersama.

MAS juga menjelaskan bahwa FFI dikembangkan dari kolaborasi publik-swasta yang telah berjalan di bidang AI dan tokenisasi serta akan mengonsolidasikan berbagai inisiatif tersebut di bawah satu badan koordinasi.

MAS akan tetap mengawasi kerangka kebijakan dan regulasi, sedangkan FFI akan bekerja secara langsung dengan para pelaku industri.

Empat Bidang Utama dan Tata Kelola

Kegiatan FFI akan berpusat pada empat bidang utama, yakni pusat pengetahuan yang menyediakan kasus dan panduan, pusat inovasi untuk mengoordinasikan kolaborasi industri, lingkungan uji coba industri untuk menguji teknologi baru, serta perangkat implementasi yang mencakup sumber daya untuk programmable compliance dan manajemen risiko AI.

MAS dalam pernyataannya mengungkapkan, "Institut ini pertama-tama akan berfokus pada kecerdasan buatan (AI) dan tokenisasi, berperan sebagai platform untuk menghubungkan lembaga keuangan, perusahaan teknologi, dan peneliti sekaligus menyediakan sumber daya dan keahlian bersama."

Institut tersebut akan dikelola oleh dewan yang beranggotakan perwakilan dari MAS, lembaga keuangan, perusahaan teknologi, dan kalangan akademisi.

Penulis :
Ahmad Yusuf