
Pantau - Indonesia memperkuat perannya dalam tata kelola kecerdasan artifisial melalui keikutsertaan sebagai salah satu dari 29 negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) yang ditandai dengan penandatanganan deklarasi pembentukan organisasi tersebut di Shanghai, China.
Indonesia Perluas Kolaborasi Tata Kelola AI
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo mengatakan keikutsertaan Indonesia dalam WAICO menjadi momentum strategis untuk memperkuat tata kelola AI nasional yang selaras dengan praktik terbaik internasional.
Menurut Angga, keanggotaan sebagai negara pendiri juga membuka peluang kolaborasi lintas negara dalam membangun ekosistem AI yang inklusif dan bertanggung jawab.
WAICO merupakan organisasi internasional antarpemerintah yang bersifat independen dan nirlaba di bawah kerangka Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Organisasi tersebut dibentuk untuk mendorong inovasi kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) serta penerapan teknologi AI yang memberikan manfaat bagi masyarakat di seluruh dunia.
Pembentukan WAICO turut dihadiri Sekretaris Jenderal PBB António Guterres sebagai bentuk dukungan terhadap inisiatif tersebut.
Dukung Transformasi Digital dan Ekonomi Nasional
WAICO memiliki fungsi memperkuat kerja sama internasional dalam peningkatan kapasitas, memperluas akses terhadap layanan dan teknologi AI, mendorong pengembangan AI yang terbuka, inklusif, dan adil, serta memperkuat koordinasi strategi pengembangan, etika, dan tata kelola AI di bawah kerangka kerja PBB.
Keikutsertaan Indonesia dalam organisasi tersebut diharapkan mempercepat pengembangan ekonomi digital sebagai salah satu mesin pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan investasi pada sektor-sektor bernilai tambah tinggi.
Dalam penandatanganan deklarasi pembentukan WAICO, Angga mendampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang bertindak sebagai ketua delegasi Pemerintah Indonesia.
Selama berada di Shanghai, Angga dijadwalkan mengikuti informal preparatory session on the establishment of WAICO serta sejumlah agenda bilateral lainnya bersama Direktur Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru Kemkomdigi Aju Widya Sari dan Minister Counsellor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





