
Pantau - Pemerintah Amerika Serikat membatasi pendanaan federal untuk penelitian ilmiah gain-of-function (GoFR) yang dinilai berisiko tinggi di dalam maupun luar negeri sebagai upaya mengurangi ancaman biologis terhadap kesehatan masyarakat, biosekuriti, dan keamanan nasional.
Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat (HHS) menyatakan kebijakan terbaru pemerintahan Presiden Donald Trump menghentikan pendanaan bagi penelitian ilmu hayati berisiko tinggi yang berpotensi menimbulkan dampak besar.
HHS mengungkapkan, "Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) hari ini menyambut baik penerbitan kebijakan terbaru dari pemerintahan Trump untuk menghentikan penelitian ilmu hayati berisiko tinggi."
HHS menambahkan, "Kerangka kerja komprehensif itu melarang penelitian gain-of-function yang berbahaya dan didanai pemerintah federal, sekaligus menetapkan pengawasan lebih ketat terhadap penelitian ilmu hayati yang berpotensi menimbulkan risiko signifikan terhadap kesehatan masyarakat, biosekuriti, atau keamanan nasional."
Pendanaan Dibatasi, Riset Medis Tetap Didukung
Kebijakan baru tersebut membatasi dukungan keuangan untuk penelitian yang dilakukan di negara-negara yang dinilai tidak memiliki standar pengawasan yang memadai.
HHS menegaskan penelitian penting yang berkaitan dengan pengembangan vaksin, terapi, dan perangkat medis lainnya tetap akan didukung.
Dokumen Intelijen Ungkap Pendanaan Laboratorium
Sebelumnya pada Juni, Direktur Intelijen Nasional AS saat itu, Tulsi Gabbard, merilis dokumen yang disebut menunjukkan pemerintah AS pernah mendanai lebih dari 120 laboratorium biologi di lebih dari 30 negara, termasuk Ukraina.
Menurut dokumen intelijen AS yang telah dibuka kepada publik dan dikutip RIA Novosti, lebih dari 40 laboratorium biologi di Ukraina dibangun atau didukung oleh Amerika Serikat.
Dokumen tersebut juga menyebut laboratorium di Ukraina menyimpan berbagai patogen, termasuk antraks, tularemia, tuberkulosis, demam babi, penyakit Newcastle, MERS, SARS, Marburg, Ebola, Lassa, wabah, dan Rickettsia.
Informasi mengenai laboratorium dan patogen tersebut berasal dari dokumen intelijen AS yang dikutip Sputnik dan RIA Novosti.
- Penulis :
- Aditya Yohan



