HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Beanstalk AgTech Meluncurkan Monsoon Ventures untuk Memacu Teknologi Pertanian di Asia Tenggara

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Beanstalk AgTech Meluncurkan Monsoon Ventures untuk Memacu Teknologi Pertanian di Asia Tenggara
Foto: (Sumber :Seorang petani kecil asal Malaysia sedang merawat tanaman di rumah kacanya. Teknologi pertanian ini dapat mencakup inovasi terkait benih, tanah, dan pupuk, serta bahan kimia pertanian, robotika, sensor, dan perangkat lunak pertanian digital. Kredit Foto: Marcus Chung/iStock..)

Pantau - Beanstalk AgTech meluncurkan Monsoon Ventures di Singapura untuk membantu pendiri usaha di Asia Tenggara mengomersialkan teknologi pertanian yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani kecil, memperbaiki dampak lingkungan, dan memperkuat ketahanan pangan regional.

Studio ventura tersebut didukung Enterprise Singapore dan Rabo Foundation dengan enam pasar prioritas pada tahap awal, yakni Vietnam, Indonesia, Thailand, Malaysia, Filipina, dan Singapura.

Monsoon Ventures akan mulai menginvestasikan dana sebesar 1,2 juta dolar Singapura dan menargetkan hingga delapan perusahaan rintisan dalam dua tahun pertama operasinya.

Dalam lima tahun, studio tersebut berencana membangun lebih dari 30 perusahaan rintisan yang dapat dikembangkan sekaligus menarik dan mengalokasikan modal dalam jumlah lebih besar.

Monsoon Ventures Menyasar Kesenjangan Komersialisasi

Peluncuran Monsoon Ventures dilatarbelakangi kondisi sekitar 100 juta petani kecil di Asia Tenggara yang menghadapi tekanan akibat guncangan iklim, fluktuasi biaya produksi, dan rantai pasokan yang terfragmentasi.

Beanstalk AgTech menilai berbagai teknologi pertanian telah tersedia di Asia Tenggara, tetapi banyak yang belum berhasil menjangkau pasar karena keterbatasan infrastruktur komersialisasi.

Monsoon Ventures akan menginvestasikan modal, merekrut pakar komersial, memetakan jalur rantai nilai, serta membantu perusahaan rintisan mendapatkan investor atau membangun kemitraan strategis dengan pelaku usaha regional.

Direktur Beanstalk AgTech Justin Ahmed mengatakan pengalaman studio ventura perusahaan di Australia menunjukkan dukungan komersialisasi dapat membantu inovator membawa produknya ke pasar.

"Dalam dua tahun terakhir, studio ventura milik Beanstalk di Australia telah membantu para inovator mengumpulkan dana lebih dari 22 juta dolar Australia dan meluncurkan 15 produk komersial. Di Asia Tenggara, tantangan yang dihadapi dalam komersialisasi ilmu pengetahuan bahkan lebih besar lagi, dan itu alasan yang tepat mengapa kami meluncurkan Monsoon Ventures di sini," kata Justin Ahmed.

Ia mengatakan berbagai inovasi untuk meningkatkan ketahanan petani kecil kerap terhenti antara tahap pembuktian konsep dan peluncuran komersial.

"Inovasi ilmiah yang bertujuan meningkatkan ketahanan petani kecil di wilayah ini sering kali terhenti di antara tahap uji konsep dan peluncuran komersial. Monsoon Ventures akan menyediakan strategi, tim, dan modal untuk membantu inovasi tersebut melewati kesenjangan tersebut dan menjangkau para petani kecil yang membutuhkannya," ungkapnya.

Pembiayaan Campuran Dukung Perusahaan Rintisan

Monsoon Ventures akan menggunakan model pembiayaan campuran yang menggabungkan modal filantropi, publik, dan swasta dengan dukungan Enterprise Singapore serta Rabo Foundation.

Direktur Manufaktur Pangan dan Teknologi Pertanian Enterprise Singapore Sharon Tay menilai komersialisasi menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan kawasan.

"Memperkuat ketahanan pangan regional bukan hanya membutuhkan inovasi terobosan—tetapi juga memerlukan ekosistem yang kokoh yang mampu mengubah ide-ide menjanjikan menjadi solusi yang diterapkan secara luas. Singapura berada dalam posisi yang tepat untuk memainkan peran ini, dengan memanfaatkan keunggulan kami sebagai pusat inovasi, pembiayaan, dan komersialisasi bagi Asia Tenggara. Melalui dukungan kami terhadap Monsoon Ventures, EnterpriseSG berharap dapat membantu inovasi-inovasi pangan yang tangguh beralih dari laboratorium ke pasar, sekaligus memperkuat posisi Singapura sebagai pusat solusi agribisnis di kawasan ini," kata Sharon Tay.

Pimpinan Regional Asia di Rabo Foundation Bram Spann mengatakan ekosistem teknologi pertanian Asia Tenggara memiliki potensi besar meski perusahaan rintisan masih menghadapi tantangan dalam mencapai keberlanjutan dan memperbesar skala usaha.

"Lanskap teknologi pertanian di Asia Tenggara memiliki potensi yang sangat besar, tetapi sekaligus menghadapi tantangan yang terus-menerus. Meskipun perusahaan rintisan yang menjanjikan terus bermunculan, banyak di antaranya yang masih berjuang untuk mencapai keberlanjutan atau mengembangkan skala usahanya. Inilah alasan mengapa fokus kami pada pembiayaan campuran dan inovasi sangat penting: menyatukan modal katalitik, pengetahuan, dan kemitraan untuk memperkuat ekosistem tersebut," ungkap Bram Spann.

Monsoon Ventures merupakan studio ventura pertama Beanstalk AgTech di Asia Tenggara setelah perusahaan tersebut mengoperasikan Drought Venture Studio di Australia dan berkecimpung dalam ekosistem inovasi Asia Tenggara selama delapan tahun.

Penulis :
Aditya Yohan