HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Robot Humanoid Pecahkan Rekor Lari Dunia, tetapi Masih Kesulitan Menjadi Robot Serbaguna

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Robot Humanoid Pecahkan Rekor Lari Dunia, tetapi Masih Kesulitan Menjadi Robot Serbaguna
Foto: Robot dalam "World Humanoid Robot Games" (WHRG) 2026 di Beijing, Rabu (26/8/2026).

Pantau - Ajang World Humanoid Robot Games (WHRG) 2026 di Beijing, China, memperlihatkan kemajuan teknologi robot humanoid setelah sejumlah robot mencetak rekor dalam berbagai cabang olahraga, termasuk lari 100 meter dengan catatan 8,64 detik.

Catatan tersebut lebih cepat dibandingkan rekor dunia lari 100 meter manusia milik Usain Bolt yang mencapai 9,58 detik.

Kompetisi yang berlangsung pada 22–26 Agustus 2026 itu diikuti 2.056 robot yang bertanding dalam 51 cabang perlombaan dengan total 1.301 pertandingan.

Meski menunjukkan kemampuan fisik yang semakin tinggi, sejumlah robot masih mengalami kendala dalam mengendalikan gerakan hingga beberapa di antaranya terjatuh dan bahkan terbakar setelah menyelesaikan perlombaan.

Robot Berlari 100 Meter dalam 8,64 Detik

Pada babak final lari 100 meter kategori robot besar di National Speed Skating Oval, Beijing, Rabu (26/8/2026), lima robot berdiri sejajar sebelum melesat setelah tanda mulai dibunyikan.

Satu robot kemudian keluar sebagai pemenang dengan catatan waktu 8,64 detik.

Namun, kemampuan berlari dengan kecepatan tinggi tersebut belum diimbangi sistem pengereman yang sempurna sehingga penyelenggara memasang matras biru berukuran besar di ujung lintasan.

Tiga robot langsung tersungkur setelah terpental dari matras, sementara satu robot berusaha keras mempertahankan posisi berdirinya.

Robot yang berada di lintasan lima bahkan mengeluarkan percikan api dan terbakar sehingga petugas langsung menyemprotkan alat pemadam kebakaran.

Peningkatan kemampuan juga terlihat pada nomor lari 400 meter dengan catatan 45,66 detik untuk kategori robot kecil dan 38,15 detik untuk kategori robot besar.

Catatan tersebut meningkat tajam dibandingkan WHRG 2025 yang mencatat waktu 1 menit 28,03 detik.

Pada nomor lari 1.500 meter, catatan waktu membaik dari 6 menit 34,40 detik pada tahun lalu menjadi 2 menit 21,64 detik pada 2026.

Rekor lompat tinggi di tempat juga meningkat dari 0,95 meter menjadi 3,40 meter.

Robot dalam kategori kickboxing turut menunjukkan kemampuan bertarung dengan melancarkan tendangan memutar hingga menjatuhkan lawannya.

Robot Humanoid Masih Terkendala Kemampuan Serbaguna

Kemajuan yang diperlihatkan dalam WHRG 2026 menunjukkan perkembangan rekayasa robot humanoid di China, tetapi para pakar menilai kemampuan tersebut masih didominasi robot yang dirancang untuk tugas tertentu.

Robot yang mampu berlari cepat belum tentu dapat melakukan aktivitas lain, seperti bertinju, dengan kemampuan yang sama baiknya.

Salah satu kendalanya adalah model kecerdasan buatan atau AI yang mengatur pengambilan keputusan robot belum mampu memproses seluruh kompleksitas dunia fisik.

Robot dinilai baru benar-benar berguna apabila mampu menghadapi berbagai situasi baru dan menyelesaikan sebagian besar pekerjaan berdasarkan perintah suara atau teks.

"Untuk dapat membantu manusia secara optimal, AI dan robot harus dibekali kemampuan mempelajari sekaligus menyimpulkan kehendak manusia yang sebenarnya," demikian penjelasan mengenai tantangan pengembangan AI dan robot.

WHRG 2026 menjadi arena untuk menguji perkembangan teknologi robot humanoid menuju mesin yang tidak hanya unggul dalam satu kemampuan, tetapi juga mampu menjalankan beragam tugas.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026