HOME  ⁄  Teknologi & Sains

The Pokemon Company Tegaskan Video Gim Tetap Menjadi Platform Utama untuk Menjaga Keberlanjutan Bisnis

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

The Pokemon Company Tegaskan Video Gim Tetap Menjadi Platform Utama untuk Menjaga Keberlanjutan Bisnis
Foto: (Sumber :Poke Wayang hasil kolaborasi Indonesia dengan The Pokemon Company pers di Jakarta, Senin (14/9/2026). ANTARA/Sinta Ambar..)

Pantau - The Pokemon Company (TPC) menegaskan video game tetap menjadi platform penting dalam bisnis dan keberlanjutan perusahaan karena berbagai karakter baru Pokemon berasal dari permainan tersebut.

"Jadi mungkin yang pertama, yang paling penting itu adalah video game. Karena apa? Pokemon itu lahir dari video game itu sendiri. Jadi sekarang misalnya ada Pokemon yang baru, ada jenis Pokemon yang baru itu pasti lahirnya dari video game," ujar Chief Operating Officer (COO) The Pokemon Company Takato Utsunomiya saat berbincang di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Takato menjelaskan video game Pokemon yang diproduksi Game Freak menghadirkan Pocket Monster Series sebagai salah satu produk penting dalam pilar bisnis perusahaan.

Pokemon Perkuat Bisnis melalui Platform Digital

Selain video game, TPC mengembangkan bisnis digital melalui Pokemon GO yang merupakan permainan seluler berbasis realitas tertambah atau augmented reality dan GPS.

Perusahaan juga memiliki Pokemon Trading Card Game Pocket, aplikasi yang menawarkan pengalaman mengoleksi kartu Pokemon secara digital dengan lebih mudah dan praktis.

Pokemon Trading Card Game Pocket diluncurkan di 150 negara pada 30 Oktober 2024 sebagai pengembangan dari permainan kartu Pokemon yang telah memiliki penggemar di berbagai negara.

Produk Fisik Lengkapi Ekosistem Pokemon

TPC juga mengembangkan lini produk fisik berupa merchandise, termasuk Pokemon plush atau boneka yang menyerupai berbagai karakter Pokemon.

Perusahaan berupaya menghubungkan pengalaman penggemar di dunia digital dan fantasi dengan aktivitas serta produk yang dapat ditemui dalam kehidupan nyata.

"Kemudian salah satu ideal kami adalah menggabungkan dua dunia, yang tadi ya dunia dari digital atau dunia yang mungkin bisa kita bilang dunia fantasi ya, dengan dunia yang memang asli, yang nyata," katanya.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026