HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Mahasiswa UMM Sulap Limbah Rambut Jagung Jadi Teh Antistres Zeazen Herbal Tea

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Mahasiswa UMM Sulap Limbah Rambut Jagung Jadi Teh Antistres Zeazen Herbal Tea
Foto: Produk teh herbal dari kuloit jagung yang dipadukan dengan daun mint dan bunga melati karya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang diberi nama Zeazen Herbal Tea (sumber: UMM)

Pantau - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan Zeazen Herbal Tea, inovasi teh antistres berbahan rambut jagung manis yang dipadukan dengan daun mint dan bunga melati.

Produk tersebut dikembangkan dengan memanfaatkan limbah pertanian rambut jagung manis yang sebelumnya cenderung dibuang atau dibakar.

Salah satu anggota tim pencipta Zeazen Herbal Tea, Zakiy Zamzi, mengatakan ide tersebut berawal dari kepedulian mahasiswa terhadap banyaknya limbah pertanian yang belum dimanfaatkan.

Salah satu limbah yang menjadi perhatian tim berasal dari sisa panen jagung di Desa Sragi, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

"Ide pembuatan teh antistres ini bermula dari kepedulian kami terhadap banyaknya limbah pertanian yang terbuang sia-sia, salah satunya sisa panen jagung di Desa Sragi, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar," kata Zakiy dalam keterangannya di Malang, Jawa Timur, Jumat.

Padukan Rambut Jagung, Mint, dan Melati

Zakiy mengatakan teh berbahan alami tersebut dikembangkan untuk memberikan efek relaksasi kepada konsumen, terutama pelajar dan pekerja yang menghadapi beban yang dapat meningkat dari waktu ke waktu.

"Semakin tahun, seorang pelajar dan pekerja itu kan pasti terbebani, pasti mereka membutuhkan relaksasi," ucapnya.

Teh artisan tersebut tidak hanya menggunakan rambut jagung sebagai bahan utama, tetapi juga dipadukan dengan daun mint dan bunga melati yang disebut memiliki senyawa fungsional untuk membantu meredakan stres pada kesehatan mental dan fisik.

Zakiy menjelaskan rambut jagung memiliki kandungan flavonoid seperti maysin dan luteolin yang berfungsi sebagai antioksidan.

Daun mint mengandung rosmarinic acid atau asam rosmarinat dan mentol yang memberikan sensasi segar, sedangkan bunga melati mengandung senyawa volatil seperti linalool yang mendukung pengalaman sensoris agar terasa lebih rileks.

"Rambut jagung memiliki flavonoid, seperti maysin dan luteolin untuk antioksidan. Daun mint mengandung rosmarinic acid dan mentol yang memberi sensasi segar, sedangkan bunga melati kaya senyawa volatil seperti linalool yang mendukung pengalaman sensoris lebih rileks," ujarnya.

Artikel mengenai produk tersebut juga menyebut Zeazen Herbal Tea memberikan efek rileks dan menstabilkan gula darah, serta konsumen wanita dilaporkan mengalami penurunan rasa nyeri saat menjalani siklus menstruasi setelah mengonsumsi teh tersebut.

Rambut Jagung Dikeringkan dan Dihaluskan

Pengembangan Zeazen Herbal Tea telah dimulai sejak April di bawah bimbingan dosen Teknologi Pangan UMM, Ayu Diawi.

Dalam proses pengembangannya, tim memastikan bahan baku yang digunakan memenuhi standar dan kualitas yang telah ditentukan dengan secara khusus memilih rambut dari jagung manis.

Tim memperoleh rambut jagung manis dari Blitar dalam kondisi sudah kering sebelum bahan tersebut diblender hingga halus dengan tetap mempertahankan kandungan seratnya.

Rambut jagung yang telah dihaluskan kemudian dicampurkan dengan bahan lainnya berdasarkan persentase formula yang telah ditentukan sebelum dimasukkan ke dalam kantong teh.

"Kami mendapatkan rambut jagung manis dari Blitar dalam kondisi kering, lalu diblender halus tanpa menghilangkan serat kandungannya, baru digabungkan sesuai persentase formula ke dalam kantong teh," tambahnya.

Buka Peluang Nilai Ekonomi Limbah Pertanian

Pemanfaatan rambut jagung menjadi teh juga membuka peluang pemberian nilai tambah terhadap sisa panen petani di daerah pemasok.

Sebelum dimanfaatkan dalam inovasi tersebut, rambut jagung manis di Desa Sragi disebut tidak memiliki nilai ekonomis dan rata-rata hanya dibuang atau dibakar di lahan pertanian.

Pengembangan Zeazen Herbal Tea mendapatkan pendanaan melalui Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Ke depan, inovasi tersebut diharapkan tidak hanya berkembang sebagai produk wirausaha kampus, tetapi juga menjadi solusi berkelanjutan untuk meningkatkan nilai ekonomi masyarakat desa melalui pemanfaatan limbah pertanian.

Pemanfaatan rambut jagung menjadi produk bernilai tambah juga diharapkan membantu menjaga kelestarian lingkungan dalam jangka panjang dengan mengurangi limbah pertanian yang sebelumnya dibuang atau dibakar.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026