
Pantau - Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mendesak Amerika Serikat dan China bekerja sama membentuk kesepakatan internasional untuk mengendalikan perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang semakin cepat.
Albanese menyampaikan seruan tersebut saat mengunjungi kantor pusat Apple di Cupertino, California, dalam perjalanan menuju New York untuk menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Ia mendorong Washington dan Beijing membangun kerangka kerja internasional yang disebutnya dapat menyerupai perjanjian nonproliferasi nuklir.
"Faktanya, mereka adalah dua raksasa utama di bidang ini, jadi kami ingin melihat adanya kerja sama," ujar Albanese, Minggu.
Albanese Dorong Aturan Global untuk AI
Albanese mengatakan akan memanfaatkan momentum Sidang Majelis Umum PBB untuk berdiskusi dengan sejumlah pemimpin dunia mengenai aturan global yang dapat mengimbangi perkembangan AI.
Menurut dia, AI telah menjadi fenomena global sehingga negara-negara perlu membahas tata kelola teknologi tersebut secara bersama-sama.
"Diperlukan diskusi mengenai kerangka kerja global untuk penerapan AI, karena perkembangannya sangat cepat, dan kita harus memastikan bahwa manusia tetap memegang kendali," ujarnya.
Seruan mengenai tata kelola AI menguat setelah pimpinan Anthropic Dario Amodei menyerukan perlambatan pengembangan AI secara terkoordinasi.
Seruan tersebut disebut mendapat dukungan dari Sam Altman dari OpenAI dan Elon Musk dari SpaceX.
Trump Menolak Seruan Perlambatan AI
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak seruan perlambatan pengembangan AI karena menilai langkah tersebut dapat memberikan keuntungan kepada China dalam persaingan teknologi.
Menjelang pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping di Gedung Putih, Trump juga mengumumkan rencana pembentukan satuan tugas AI Force.
Satuan tugas tersebut disebut ditujukan untuk melindungi industri Amerika Serikat dari ancaman yang berkaitan dengan perkembangan dan penggunaan AI.
- Penulis :
- Gerry Eka




