HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Agentic AI Mulai Dilirik Industri untuk Pangkas Pekerjaan Berulang dan Tingkatkan Efisiensi Bisnis

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Agentic AI Mulai Dilirik Industri untuk Pangkas Pekerjaan Berulang dan Tingkatkan Efisiensi Bisnis
Foto: (Sumber :Ilustrasi AI sebagai agen AI ransomware. (ANTARA/HO-Kaspersky).)

Pantau - Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di sektor industri nasional mulai bergeser dari sekadar generative AI menuju Agentic AI, yakni sistem berbasis tujuan yang dapat mengoordinasikan sejumlah tugas operasional secara otonom.

Pengembangan tersebut berlangsung seiring dorongan penciptaan nilai tambah ekonomi berbasis AI dan meningkatnya penggunaan teknologi tersebut di Indonesia.

Head of ICT Kalla Group Razmal Djamal mengatakan integrasi AI di sektor industri tidak lagi sebatas menguji teknologi, tetapi diarahkan pada transformasi organisasi agar data mampu menghasilkan nilai bisnis yang terukur.

"Fokus kami melampaui sekadar penerapan teknologi AI. Kami mentransformasi organisasi untuk secara konsisten mengubah data dan AI menjadi nilai bisnis yang terukur yang dibangun di atas fondasi keamanan, privasi, dan tata kelola yang kuat," ujar Razmal dalam keterangannya yang dikutip di Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Industri Uji Agen AI Lewat Mini-Hackathon

Pelaku industri mulai menggunakan model pemetaan masalah cepat atau mini-hackathon untuk menguji kelayakan (proof of concept) agen AI sebelum teknologi diterapkan secara penuh.

Pendekatan tersebut digunakan untuk mempercepat proses riset dan pengembangan sekaligus mengidentifikasi potensi efisiensi operasional.

Enterprise Account Manager tridorian Agung Pramana Yuda menyebut otomatisasi pekerjaan berulang, penyederhanaan pelaporan, dan penyempurnaan proyeksi (forecasting) menjadi sejumlah pintu masuk penerapan AI dalam operasional perusahaan.

"Transformasi AI tidak mengharuskan menunggu berbulan-bulan untuk sebuah terobosan. Ini dimulai dengan menghilangkan hambatan operasional sehari-hari melalui otomatisasi tugas berulang," kata Agung.

Tata Kelola Data Jadi Tantangan Penerapan AI

Di tengah peningkatan penggunaan AI, tata kelola atau AI governance masih menjadi salah satu tantangan dalam penerapannya di perusahaan.

Berdasarkan data yang dikutip dalam materi sumber, Microsoft Work Trend Index 2025 mencatat 59 persen pemimpin bisnis telah memanfaatkan agen AI.

Studi IBM yang dikutip dalam materi yang sama menyebut 93 persen pemimpin bisnis di Indonesia percaya diri terhadap kemampuan penerapan AI, tetapi baru 24 persen yang telah memiliki kerangka tata kelola yang jelas.

Pemerintah disebut tengah menyusun Peta Jalan AI Nasional 2026-2029 dan kerangka etika AI untuk mengantisipasi risiko keamanan, termasuk kebocoran data hingga manipulasi perintah atau prompt injection.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria sebelumnya mengingatkan pentingnya menetapkan batas kewenangan dan kontrol manusia atau human-in-the-loop ketika AI berkembang menjadi sistem yang dapat mengambil keputusan secara mandiri.

Penerapan Agentic AI di tingkat korporasi karena itu diarahkan untuk memperhatikan inovasi, keamanan data, relevansi operasional, tata kelola, serta mitigasi risiko secara berkelanjutan.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026