HOME  ⁄  Teknologi & Sains

AI Generatif Ancam Pendapatan Media, Ketua Dewas TVRI Dorong Perlindungan Hak Ekonomi Konten Jurnalistik

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

AI Generatif Ancam Pendapatan Media, Ketua Dewas TVRI Dorong Perlindungan Hak Ekonomi Konten Jurnalistik
Foto: (Sumber :Ketua Dewan Pengawas TVRI Agus Sudibyo dalam acara Workshop Wartawan United Tractors 2026, di Jakarta, Rabu (14/10/2026). ANTARA/Fitra Ashari.)

Pantau - Ketua Dewan Pengawas TVRI Agus Sudibyo mendorong penguatan perlindungan hak ekonomi konten jurnalistik menyusul perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) generatif yang berpotensi mengurangi jumlah pengunjung situs berita dan pendapatan perusahaan media.

Agus menilai pemanfaatan karya jurnalistik oleh platform AI perlu diimbangi dengan mekanisme penghargaan ekonomi bagi perusahaan pers dan wartawan yang menghasilkan konten tersebut.

Menurutnya, teknologi AI generatif telah mengubah cara masyarakat mengakses informasi karena pengguna dapat memperoleh jawaban langsung tanpa harus membuka situs media.

Kondisi tersebut dikenal sebagai fenomena zero-click, yakni ketika pengguna mendapatkan informasi tanpa mengunjungi laman sumbernya.

“Platform AI memanfaatkan konten milik media untuk membangun model bisnis mereka, tetapi tidak memberikan insentif kepada media atau wartawan yang berkontribusi terhadap sistem mereka,” kata Agus dalam acara Workshop Wartawan United Tractors 2026 di Jakarta, Rabu (14/10/2026).

AI Generatif Berpotensi Mengurangi Pengunjung Situs Berita

Agus menjelaskan bahwa kemampuan AI mengolah berbagai sumber informasi menjadi jawaban langsung membawa perubahan terhadap hubungan antara perusahaan media dan pembacanya.

Pengguna yang sebelumnya mengunjungi situs berita untuk memperoleh informasi kini dapat memanfaatkan layanan AI untuk mendapatkan rangkuman atau jawaban atas pertanyaan mereka.

Menurut Agus, perubahan tersebut berpotensi menurunkan jumlah kunjungan, visibilitas, dan interaksi langsung antara media dengan masyarakat.

Di sisi lain, perusahaan pers tetap harus mengeluarkan biaya untuk menghasilkan karya jurnalistik yang dapat dipertanggungjawabkan.

Biaya tersebut mencakup kegiatan peliputan, verifikasi informasi, penyuntingan, serta pemenuhan kesejahteraan wartawan.

Agus menilai kondisi ini dapat menimbulkan tantangan ekonomi bagi industri pers apabila pemanfaatan konten jurnalistik oleh platform digital tidak disertai penghargaan yang memadai.

Media Didorong Berunding Bersama Platform Digital

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Agus mendorong perusahaan media memperkuat posisi tawar melalui kerja sama dan perundingan kolektif dengan penyedia platform digital.

Perundingan itu dapat melibatkan perusahaan mesin pencari, media sosial, serta penyedia layanan AI yang memanfaatkan konten jurnalistik.

Menurutnya, organisasi dan asosiasi perusahaan pers dapat berperan dalam menyusun kesepakatan mengenai penggunaan serta pemberian lisensi atas karya jurnalistik.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memperjelas hubungan ekonomi antara perusahaan media sebagai penghasil informasi dan platform teknologi sebagai pihak yang memanfaatkan konten.

Agus juga menekankan pentingnya media mempertahankan kualitas dan keaslian karya jurnalistik sebagai pembeda dari sumber informasi lainnya.

“Tetapi memang ini yang bisa kita tegaskan, enggak ada yang lain, menjadikan konten jurnalistik yang original sebagai sumber keunggulan, sekaligus sebagai apa yang membedakan media massa dengan yang bukan media,” kata Agus.

Perlindungan Hak Penerbit Dinilai Penting bagi Industri Pers

Selain mendorong kerja sama antarmedia, Agus menilai perlindungan hak ekonomi konten jurnalistik perlu diperkuat melalui regulasi dan kesepakatan bisnis.

Ia menyinggung pentingnya hak penerbit atau publisher rights untuk memberikan dasar pengakuan dan penghargaan ekonomi terhadap penggunaan karya jurnalistik.

Menurutnya, perlindungan tersebut diperlukan agar perusahaan pers tidak kehilangan manfaat ekonomi dari konten yang mereka produksi.

Penguatan aturan dan kesepakatan bisnis juga diharapkan dapat menciptakan hubungan yang lebih jelas antara industri media dan perusahaan teknologi.

Media Perlu Perkuat Hubungan Langsung dengan Pembaca

Agus turut mendorong perusahaan pers mengembangkan hubungan langsung dengan pembaca di tengah perubahan pola konsumsi informasi.

Upaya tersebut dapat berjalan bersamaan dengan peningkatan kerja sama antarmedia dan perlindungan hak ekonomi atas karya jurnalistik.

Ia berharap industri pers tetap dapat memanfaatkan peluang teknologi AI tanpa mengabaikan keberlanjutan usaha media.

Perlindungan terhadap karya jurnalistik juga dinilai penting untuk mempertahankan peran perusahaan pers dalam menyediakan informasi berkualitas bagi masyarakat.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026