Pantau Flash
Satgas Laporkan 5.910.921 Jiwa Warga Indonesia Telah Mendapatkan Vaksinasi Lengkap
Polisi Libatkan Interpol Buru Pria Mengaku Nabi ke-26
Kanada Kembali Laporkan Kasus Pembekuan Darah Akibat Vaksin AstraZeneca
Penerima Vaksin COVID-19 Bertambah 95.060 Menjadi Total 10.801.244 Orang
Fly Over Cakung Bakal Uji Coba Perdana pada 19 hingga 21 April

Bamsoet Dukung 'Sekolah Ekspor' Bagi Pelaku UMKM

Bamsoet Dukung 'Sekolah Ekspor' Bagi Pelaku UMKM Bambang Soesatyo (Foto: Dok.MPR RI)

Pantau.com - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendukung langkah Shoppe menggandeng pemerintah melahirkan 500 ribu ekportir pada 2030. Melalui Sekolah Ekspor, kerjasama Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) dengan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (SMESCO), didukung Kemenkop UKM dan Kementerian Perdagangan. 

"Langkah ini harus diikuti berbagai platform e-Commerce lainnya seperti JD.Id, Lazada, Tokopedia, Bukalapak dan lainnya. Platform e-Commerce jangan menjadi gerbang masuk produk impor, justru harus berkontribusi dalam mendongkrak ekspor Indonesia. Mereka beroperasi di Indonesia mendapatkan keuntungan dari rakyat Indonesia, tentunya harus turut berkontribusi dalam perekonomian masyarakat," ujar Bamsoet di Jakarta, Sabtu (6/3/2021). 

Baca juga: Hadiri Vaksinasi Covid-19 Alumni KSA XIII Lemhanas, Bamsoet Harap Target Indonesia Bebas Korona Agustus 2021 Bisa Tercapai

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, informasi yang dari managemen Shoppe, penjual ekspor binaan akan dibekali dengan kiat-kiat sukses ekspor yang secara spesifik merujuk ke penerapan literasi digital. Melalui kanal Kreasi Nusantara 'Dari Lokal untuk Global'. 

"Shopee Indonesia dan Sekolah Ekspor akan menghadirkan registrasi formulir terbuka untuk publik yang ingin menjadi salah satu bagian dari program ekspor Shopee. Jadi pelaku usaha UMKM dan koperasi dari manapun bisa ikut dalam program ini," jelas Bamsoet. 

Baca juga: Terima Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional, Bamsoet Dorong Optimalisasi BUMDes

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia mengajak para pelaku usaha koperasi dan UMKM memanfaatkan program sekolah eksport tersebut. Selain bisa menambah keahlian dan pengetahuan, juga memperkuat jaringan usaha. 

"Pelaku usaha koperasi dan UMKM nasional sebetulnya tak kalah dengan China. Hanya kurang pembinaan saja. Melalui sekolah ekspor, diharapkan kita bisa mengejar ketertinggalan tersebut. Sehingga melalui e-Commerce, produk Indonesia bisa membanjiri pasar Asia dan dunia," pungkas Bamsoet.

Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty

Berita Terkait: