Pantau Flash
Perusahaan Asuransi Mendata Klaim Banjir Jakarta
Kapal Berkecepatan 40 Knot Disiagakan TNI di Pulau Sebaru Jaga WNI
Yasonna Sebut Telah Kantongi Nama Dirjen PAS Baru
Mahfud MD: Tidak Ada Kontradiksi Agama dan Pancasila!
Wakil Presiden Iran Masoumeh Ebtekar Positif Terinfeksi Korona

Iuran BPJS Kesehatan Naik, Ini Dampaknya

Iuran BPJS Kesehatan Naik, Ini Dampaknya Kartu Indonesia Sehat (Foto: Instagram/BPJS Kesehatan RI)

Pantau.com - Iuran BPJS Kesehatan telah resmi naik, kini diperkirakan akan membuat banyak peserta program Jaminan Kesehatan Nasional turun kelas. Hal ini disampaikan oleh peneliti dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia, Teguh Dartanto .

Teguh mengatakan bahwa penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya menunjukkan adanya perpindahan kelas oleh peserta JKN ketika terjadi kenaikan besaran iuran.

"Saya punya data panel orang yang sama, tahun 2015 dibandingkan tahun 2017 itu kelasnya beda-beda semua, rata rata turun kelas karena ada kenaikan iuran," kata Teguh. Pemerintah pada 2016 sempat menaikkan besaran iuran BPJS Kesehatan.

Baca juga: Iuran BPJS Kesehatan Resmi Naik!


Oleh karena itu Teguh memiliki keyakinan pada saat kenaikan iuran ditetapkan pada Januari 2020 untuk seluruh segmen kepesertaan akan membuat peserta pindah kelas dari yang lebih tinggi ke kelas lebih rendah.

Namun demikian, Teguh menegaskan bahwa program Jaminan Kesehatan Nasional tetap harus dilanjutkan dan BPJS Kesehatan tidak boleh bangkrut hanya karena defisit keuangan.

"Intinya adalah kita harus paham bahwa kita nggak boleh mundur. Ini adalah sistem yang kita bangun untuk investasi masa depan, mau tidak mau, kita harus pegang ke depan memandangnya sebagai investasi, ada dampak positif jangka panjang dan pendek," kata Teguh.

Dia juga tidak menampik bahwa masih ada tantangan menjalankan program JKN dari sisi keuangan, luasnya kepesertaan, isu pembelian strategis dan isu urun biaya yang masih harus dioptimalkan, dan lainnya.

Baca juga: Ini PR Berat untuk Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf


Teguh menekankan bahwa keberlangsungan program JKN bisa bertahan lama apabila dilakukan upaya promotif dan preventif untuk mencegah masyarakat jatuh sakit.

Menurutnya, tanpa adanya upaya pencegahan penyakit dan edukasi promosi kesehatan kepada masyarakat, jumlah peserta JKN yang sakit akan terus bertambah banyak dan akan terus menerus membebani program JKN.

Hal itu akan berdampak pada terus meningkatnya jumlah iuran dari tahun ke tahun dikarenakan kasus penyakit di masyarakat yang meningkat dan penggunaan fasilitas JKN-KIS yang juga akan melonjak.

"Kesimpulannya adalah keberlanjutan keuangan pada sistem ini tergantung dari promotif dan preventif care," kata Teguh.

Berikut Daftar Lengkap Besaran Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan:


1. Penerima Bantuan Iuran (PBI): Semula Rp 23.000 per orang per bulan menjadi Rp 42.000.
2. Kelas I: Semula Rp 80.000 per orang per bulan menjadi Rp 160.000.
3. Kelas II: Semula Rp 51.000 per orang per bulan menjadi Rp 110.000.
4. Kelas III: Semula Rp 25.500 per orang per bulan menjadi Rp 42.000.


Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Tatang Adhiwidharta
Category
Ekonomi

Berita Terkait: